Dua Kelompok yang Bentrok Sepakat Berdamai

SORONG – Dua suku yang terlibat dalam bentrokan di Kota Sorong, kini telah sepakat berdamai. Kesepakatan itu ditandatangani pada Selasa malam (25/1/2022).

Upaya perdamaian ini difasilitasi oleh Polres Sorong Kota dengan melakukan pertemuan Bersama ketua-ketua kerukunan Maluku di Sorong.

Perdamaian itu ditandai dengan penandatangan kesepakatan perdamaian yang ditandatangani empat kepala suku, yakni kepala suku Kei, kepala suku Aru, kepala suku Tanimbar, dan kepala suku Maluku Barat Daya.

Isi dari perjanjian perdamaian itu adalah empat suku tersebut menyatakan sikap untuk menerima petunjuk dari Kapolres Sorong Kota untuk berdamai sekaligus menjaga Kamtibmas di Kota Sorong.

Kepala Suku Maluku Tenggara Raya, Mualif Renwarin mengatakan, terkait dengan pertikaian tersebut semuanya sudah berakhir dengan sekira pukul 23.30 WIT, kemarin.

“Kami sudah buat pernyataan dan pada intinya permasalahan tersebut telah berakhir,” ujar Renwarin kepada awak media, Rabu (22/1/2022).

Pihaknya juga telah menyerahkan kasus tersebut ke ranah hukum. “Jika ada oknum yang kembali bertikai dengan mengatasnamakan persoalan tersebut, maka risiko ditanggung sendiri,” tuturnya. “Saya sebagai kepala suku tidak akan bertanggung jawab jika ada aksi susulan.”

Ia mengimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Tenggara Raya agar tidak terprovokasi dengan kejadian tersebut.

Senada, sesepuh Kerukunan Matasiri Pelauw Sorong Raya Hadi Tuasikal mengatakan, pihaknya pun mengajak kepada seluruh masyarakat agar tidak terprovokasi.

“Pascakejadian kemarin, kami telah melakukan pertemuan dengan keluarga dari Tenggara, dan bersepakat untuk tidak boleh membuat resah,” kata Tuasikal saat diwawancarai terpisah.

Persoalan tersebut, kata Tuasikal, tak boleh terulang dan kesepakatan itu sudah dimuat di dalam pernyataan sikap. Pihaknya juga menyerahkan semua proses hukum ke polisi.

“Apabila kemudian hari terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di antara ke dua belah pihak, maka kami siap diproses secara hukum, sesuai aturan hukum yang berlaku di Negara Kesatuan Republik Indonesia,” ujarnya. (PB1)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: