Dua Tahun Lahan Sawah Seluas 1000 Hektar di Masni Nganggur

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Distrik Masni menjadi salah satu wilayah yang memproduksi padi di Kabupaten Manokwari. Namun selama dua tahun tahun lebih lahan sawah diwilayah tersebut seluas 1.000 hektar tidak ada penanaman karena jaringan irigasinya dibongkar.

Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Kukuh Saptoyudo mengatakan, pihaknya perlu melakukan optimasi untuk mengaktifkan kembali lahan ‘tidur’ tersebut.

“Mau memulai tapi dua tahun tanaman tidak ada itu perlu optimasi. Artinya lahan-lahan yang sudah tidur lama diaktifkan kembali. Kalau tidak bisa dengan optimasi, harus direhabilitas, seperti dicetak ulang,” jelasnnya.

“Untuk Masni kita akan arahkan seperti itu. Semoga disetujui karena kita juga dorong ke pusat, yang luasnya lebih besar tetapi tidur karena irigasi. Kita mau bangkitkan kembali, petani perlu modal besar untuk memulai dari nol,” lanjut Kukuh.

Sementara, Distrik Prafi masih menjadi wilayah andalan penghasil padi. Saat ini telah memasuki musim panen, dan akan memasuki musim tanam berikutnya.

“Daerah penghasil padi saat ini Prafi masih andalan,” ungkapnya.

Sementara itu, untuk jatah beras ASN dilingkup Pemkab Manokwari, pihaknya telah bekerjasama dengan 3 Bumdes, yakni Bumdes Prafi Mulya, Desay, dan Bumdey Sidey yang menampung beras petani. Dengan estimasi kebutuhan beras ASN sebanyak sekira 103 Ton per bulan.

“Kebutuhan beras ASN hanya sekitar 103 Ton per bulan. Lahan Prafi sekira 800-an hektar. Jadi untuk ASN masih aman,” tandas Kukuh. (PB19)

 

*Berita ini telah diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Senin 26 April 2021.

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: