Dua Tersangka Bentrokan di Sorong Ditangkap

MANOKWARI – Tim gabungan Direktorat Reskrimum Polda Papua Barat dan Resmob Polres Sorong Kota, akhirnya menangkap dua tersangka berinisial MTL dan RT yang melakukan pembunuhan terhadap korban KR (27).

Kasus tersebut menjadi pemicu pecahnya bentrok antar dua kelompok warga di Kota Sorong, Senin malam (24 Januari 2022).

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi mengatakan, dua tersangka ditangkap tim gabungan di Jalan Arfak Kampung Baru, pada Kamis (27 Januari 2022), sekitar pukul 04.00 WIT.

“Dua tersangka sudah ditangkap Kamis dini hari,” ujar Adam melalui keterangan resminya.

Penangkapan kedua tersangka dilakukan atas laporan polisi nomor LP/61/I/2022/Polres Sorong Kota tertanggal 25 Januari 2022, terkait tindak pidana pengeroyokan yang mengakibatkan korban meninggal dunia. “Sebagaimana diatur dalam Pasal 338 juncto Pasal 170 ayat 3 KUH Pidana,” tuturnya.

Selain kedua tersangka, polisi juga telah menyita barang bukti satu senjata tajam jenis parang yang dipergunakan oleh tersangka MTL menghilangkan nyawa korban.

“Masih dilakukan pengembangan dan tim akan terus mencari tersangka lain yang terlibat dalam kasus ini,” ujar Adam Erwindi.

Dia kemudian mengimbau agar seluruh masyarakat di Kota Sorong tetap tenang, tidak terprovokasi dan mempercayakan kepolisian dalam penanganan masalah tersebut.

Kabid Humas Polda Papua Barat, Kombes Adam Erwindi,

Bentrokan di antara dua kelompok warga pecah pada Senin (24/1/2022) malam di Jalan Sungai Maruni, Distrik Sorong Timur, di dekat Diskotek Double O. Akibatnya, Khani tewas. Hal itu memicu bentrokan lanjutan hingga dibakarnya Diskotek Double O yang menyebabkan tewasnya 17 orang. Para korban terjebak di dalam ruangan saat diskotek dibakar.

Dalam wawancara di Posko Antemortem RSUD Sele Be Solu, Adam memastikan para tokoh agama dari kedua kubu yang bentrok pada Senin lalu menyepakati proses atau penegakan hukum diserahkan kepada kepolisian.

Saat ditemui terpisah pada Rabu (26/1/2022), tokoh masyarakat dari kedua kelompok, yakni Malif Renwarin dan Hadi Tuasikal, menyerahkan proses hukum kepada kepolisian. Hal itu juga bagian dari kesepakatan dalam pertemuan pada Selasa malam. Untuk proses hukum tersebut, kedua kelompok akan menyiapkan tim hukum mendampingi warga yang kemungkinan besar akan terjerat sesuai dengan tata cara hukum pidana.

Keduanya juga menegaskan masalah di antara kedua kelompok sudah selesai saat pertemuan pada Selasa (25/1/2022). Para tokoh masyarakat telah membuat pernyataan untuk menjaga situasi tetap aman di Sorong. Para tokoh masyarakat selalu berkoordinasi dengan warga untuk menyampaikan kesepakatan damai itu.

Menyalakan lilin

Pada Kamis malam, sekitar 50 orang dari kalangan pemain band dan musisi di tempat hiburan malam di Kota Sorong menggelar aksi solidaritas dengan menyalakan lilin di sekitar Diskotek Double O. Sekitar 100 lilin dinyalakan. Selain lilin, mereka juga meletakkan krans bunga dan bunga.

Arif (32), koordinator aksi, menyatakan, para musisi bersolidaritas dengan para korban yang sebagian besar merupakan musisi yang tengah bekerja. “Aksi bakar lilin ini untuk mereka,” ujarnya.

Ia pun mendukung upaya kepolisian untuk menegakkan hukum atas orang-orang yang bertanggung jawab terhadap kejadian awal pekan itu. (PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: