Edi Budoyo : Aspirasi Masyarakat Kita Perjuangkan ke Jakarta

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Ratusan massa para pencari kerja yang tidak lolos seleksi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) formasi 2018 menggelar aksi demo pada Senin (3/8/2020) sebagai bentuk protes atas hasil yang telah diumumkan pada akhir bulan Juli lalu yang dianggap tidak sesuai dengan kesepakatan awal. Dimana berdasarkan kesepakatan, kuota yang diberikan pada formasi 2018 yakni sebanyak 80 persen OAP dan 20 persen non OAP.

Salah satu aspirasi yang diusung dalam aksi tersebut yakni para peserta OAP yang tidak lulus pada formasi 2018 dapat diakomodir dalam formasi CPNS 2019 dan 2020.

Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Manokwari, Edi Budoyo ditemui usai rapat para Bupati dan Walikota se-Papua Barat bersama Gubernur mengatakan, para pimpinan daerah se-Papua barat akan mengakomodir semua aspirasi dari masyarakat, dan akan memperjuangkan aspirasi tersebut ke Jakarta.

“Direncanakan semua kepala daerah, sekda dan Kepala BKD ke Jakarta untuk bertemu langsung dengan pak presiden, atau Menpan RB. Direncanakan akan berangkat pada hari Rabu (5/8/2020) dan diharapkan bisa bertemu hari Kamis. Tetapi tergantung jadwal kesibukan yang ada di Jakarta,” ungkapnya.

Kata Edi, pengumuman hasil tes CPNS formasi 2018 tidak bisa dibatalkan, karena hasilnya sudah keluar dan sah.

“Tidak ada yang dibatalkan, kalau dibatalkan itu namanya mengecewakan masyarakat yang sudah lulus. Tetapi aspirasi yang disampaikan untuk formasi 2019 dan 2020 mengakomodir putra Papua yang tidak lulus pada formasi 2018 akan diperjuangkan ke Jakarta,” ujarnya.

Dia membeberkan bahwa sebelumnya hasil formasi tersebut (2018) juga sempat mendapat penolakan dari almarhum bupati, Demas P. Mancadan. Karena jumlah OAP yang diterima terlalu sedikit, sehingga beliau tidak mau mengumumkan, dan telah menyurat ke Kemenpan RB tetapi mendapat penolakan.

“Ketika beliau sudah tidak ada, saya menggantikan. Saya menyurat lagi agar mendekati 80:20, yaitu surat kesepakatan pertanggungjawaban mutlak dan juga mendapat penolakan,” sebutnya.

Sejauh ini, pihaknya telah memperjuangkan terkait kuota yang diberikan, tetapi masih mendapat penolakan dari Kemenpan RB.

“Saya lebih kaget lagi setelah diumumkan Jumat pagi dan mendapat laporan bahwa hasilnya tidak sesuai. Hasilnya terbalik, dimana non OAP hampir 80 persen dan OAP 20 persen,” tuturnya.

Menurut Edi, demo penolakan hasil tes CPNS formasi 2018 merupakan hal yang wajar, karena tidak sesuai dengan harapan mereka (masyarakat,red).

Sementara dalam rapat tersebut juga membahas hal penting lainnya yakni penerimaan calon bintara. Ia mengatakan dari kodam akan membuka penerimaan 1.000 calon bintara dan dibagikan kepada 12 kabupaten dan satu kota di Papua Barat, dan akan dibiayai oleh daerah.

“Dari Kodam menerima 1.000 calon bintara, tetapi dibagi 12 kabupaten satu kota. Melalui dana otsus, daerah membiayai untuk pendidikannya. Kalau sudah selama biaya pendidikan satu tahun, setelah selesai pendidikan negara yang membayar gaji,” jelasnya.

“Untuk Manokwari belum dibahas berapa jatahnya, nanti akan dirata-ratakan semua, karena jumlah penduduk untuk masing-masing daerah berbeda,” terangnya lagi.

Terkait dengan penerimaan CPNS formasi 2019 ia mengatakan rencananya akan di buka pada November nanti.

“Jadi formasi 2019 akan dibuka, direncanakan pada November nanti. Selain itu juga ada penerimaan 1.000 calon bintara TNI AD. Sedangkan formasi 2020 rencanakan akan dibuka pada 2021. Mereka meminta untuk formasi 2019 dilakukan secara formalitas, untuk itu kita akan bawa aspirasi ini ke Jakarta,” pungkas Edi. (PB19)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: