Berita UtamaEKONOMIInforial

Ekonomi Papua Barat 2020 Diproyeksi Tumbuh Minus

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Pertumbuhan ekonomi Provinsi Papua Barat tahun 2020 mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia.

Bank Indonesia memprediksi Produk Domestik Bruto Regional (PDRB) Papua Barat tahun 2020 berada pada level -1% sampai 1% (year on year/yoy).

Tekanan terhadap pertumbuhan ekonomi ini dipicu oleh sejumlah faktor. Dari sisi lapangan usaha, kinerja industri pengolahan dan pertambangan terkontraksi karena terjadi penurunan produksi LNG di Kabupaten Teluk Bintuni.

Selain itu harga komoditas ekspor utama dari Papua Barat yaitu LNG juga tertekan, sebab permintaan menurun.

“Masih akan terus menurun, dipengaruhi permintaan LNG yang menurun,” kata Kepala Kantor Perwakilan BI Papua Barat Rut Eka Trisilowati dalam acara bincang-bincang media yang digelar virtual, Selasa (26/1/2021).

Ia melanjutkan, pandemi Covid-19 telah menghambat investasi lantaran para investor menunda rencana investasi mereka di Papua Barat. Akan tetapi, investasi masih tertopang dengan adanya pembangunan train III Tangguh LNG di Teluk Bintuni.

Selain itu, realisasi belanja modal terbatas seiring dengan kebijakan refocusing anggaran untuk penangan Covid-19 yang berdampak pada kinerja sektor konstruksi.

Semestinya, pemerintah daerah harus mampu memformulasikan strategi agar penyerapan dana Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) optimal.

“Refocusing ini bukan berarti APBD tidak kerja ya, harus punya strategi lain supaya menyerap dana yang sudah disuntik BI lewat APBN dan berdampak ke APBD,” jelas Eka.

Dia berharap agar peresmian Kawasan Ekonomi Eksklusif (KEK) Sorong pada 2019 mampu menggenjot investasi dan kinerja industri tahun 2020. Sama halnya dengan kinerja sektor pariwisata yang menurun signifikan akibat adanya kebijakan pembatasan sosial dari pemerintah sebagai upaya pencegahan penularan virus korona.

“Saya lihat KEK ini belum mampu maksimal. Dan, kita harap pariwisata ini pulih bertahap mulai Oktober 2020 seiring dibukanya kembali Raja Ampat,” ucap Eka.

Sementara itu kinerja sektor pertanian, perikanan, nikel dan semen sedikit mengalami perbaikan meski dihantam pandemi.

Selama tahun 2020, pemerintah telah berupaya agar pemulihan ekonomi baik nasional maupun regional tercapai.

Dari sisi penggunaan, kata dia, stimulus yang dikucurkan pemerintah memberi dukungan terhadap daya beli masyarakat yang tertekan akibat pandemi, sehingga konsumsi rumah tangga dapat terjaga.

“Pilkada serentak di sembilan kabupaten di Papua Barat mendorong konsumsi rumah tangga,” pungkas dia. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 28 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.