Berita Utama

Enam Orang Jalani Suntik Vaksin Covid-19 Dosis Kedua

MANSEL, papuabaratnews.co – Sebanyak enam orang penerima vaksin saat pencanangan vaksinasi pada Senin (18/1/2021), telah menjalani penyuntikan vaksin Covid-19 dosis kedua di Puskesmas Ransiki, Senin (1/2/2021).

Pantauan media ini, sebelum menerima vaksinasi dosis kedua, enam orang itu terlebih dahulu mengikuti proses screening guna memastikan kesiapan fisik dalam menerima vaksin.

Penanggungjawab Imunisasi Puskesmas Ransiki Yeni Novi mengatakan, meski sudah lolos proses screening pada pemberiam vaksin dosis pertama 14 hari lalu para penerima wajib melalui proses screeing untuk vaksinasi dosis kedua.

“Karena kita kasih vaksin dosis kedua ini ada sela waktu dua pekan. Jadi kita tidak tahu mungkin pada sela waktu dua pekan ini, misalnya ada tensi darah naik. Jadi tetap kita screeing,” tuturnya.

Dia menyebut, pada pencanangan vaksinasi lalu ada tujuh orang yang diberikan dosis vaksin pertama. Hanya saja, salah satu pasien yakni bidan di Oransbari, tidak menjalani pemberian dosis kedua di Puskesmas Ransiki.

“Yang waktu pencanangan di pendopo 18 Januari lalu itu tujuh orang, yang satu bidan. Dia memang sudah terdaftar di aplikasi. Kalau enam orang itu belum. Yang bidan itu nanti disuntik dosis kedua di Oransbari,” ujarnya.

Selain memberikan dosis kedua bagi enam orang tersebut, kata Yeni, Puskesmas Ransiki juga sudah mulai membuka pemberian vaksin kepada tenaga kesehatan (nakes) yang bekerja di puskesmas itu. Hanya saja dari target 107 nakes, tidak semua lolos pada uji screening.

“Sampai hari ini sudah ada sekitar 20 nakes yang divaksin. Ini baru kita yang ada di Puskesmas Ransiki nakesnya ada 107, tapi banyak yang tidak lolos screening,” jelasnya.

Lanjut dia, karena terkendala prosedur registrasi, pihaknya menerapkan sistem manual dalam meregistrasi nakes yang sudah masuk dalam daftar penerima vaksin.

“Aplikasinya terlalu rumit, jadi kita pakai sistem manual saja. Yang penting namanya sudah terdaftar di SDMK, kita langsung berikan vaksin. Kita tetap registrasi melalui aplikasi kalau nama dari calon penerima bisa keluar di sistem, tapi ada juga pas kita masukan NIK di aplikasi ada namanya tidak keluar, padahal yang bersangkutan sudah terdaftar di SDMK. Jadi untuk kasus seperti itu, kita pakai sistem manual,” ungkapnya.

“Itu juga sudah sesuai dengan surat yang dikeluarkan dari Provinsi Papua Barat. Yang penting data calom penerima sudah ada di SDMK, kita tetap lakukan vaksinasi kepada yang bersangkutan,” sambungnya.

Dia menambahkan, usai diberikan vaksin, pasien diwajibkan menunggu sekitar 30 menit untuk melihat kondisi setelah pemberian vaksin.

“Kita minta untuk menunggu 30 menit. Nanti dilihat apakah ada efek samping seperti mual atau yang lainnya,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 2 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.