Berita Utama

Erick dan Yusril Buat SKCK Jelang Pendaftaran Pilpres

JAKARTA – Dokumen bebas pidana atas nama Erick Thohir dan Yusril Ihza Mahendra, Ketua Umum PBB, beredar luas lewat pesan berantai WhatsApp. Surat keterangan tidak pernah dipidana yang diterbitkan Pengadilan Negeri Jakarta Selatan itu secara terang-terangan menyebutkan bahwa dokumen tersebut akan digunakan untuk pemenuhan syarat pendaftaran sebagai calon wakil presiden.

Surat keterangan tidak pernah dipidana atas nama Erick dan Yusril terbit pada hari yang sama, yaitu Senin, 16 Oktober lalu. Dokumen ini diteken Wakil Ketua Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan Wahyu Iman Santoso. Selain itu, beredar surat keterangan catatan kepolisian (SKCK) atas nama Yusril lewat pesan berantai WhatsApp.

Pranata Hubungan Masyarakat dan juru bicara PN Jakarta Selatan, Djuyamto, membenarkan bahwa pengadilan sudah menerbitkan surat keterangan tidak pernah dipidana untuk sejumlah nama buat kepentingan pencalonan presiden dan wakil presiden. Djuyamto menyebutkan PN Jakarta Selatan sudah menerbitkan surat keterangan atas nama Erick, Yusril, Anies Baswedan, dan Abdul Muhaimin Iskandar.

“Keperluannya adalah untuk kepentingan persyaratan pendaftaran pilpres,” katanya.

Ketua Umum Partai Gerindra dan Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra bersalaman usai melakukan pertemuan di kediaman Prabowo, di Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis (6/4/2023). ANTARA FOTO/Aditya

Kepala Biro Penerangan Divisi Humas Polri Brigadir Jenderal Ahmad Ramadhan juga membenarkan ihwal pembuatan SKCK yang dimohonkan Erick dan Yusril. Dia mengatakan SKCK Erick telah diambil oleh seorang anggota stafnya pada Selasa lalu. Namun Ahmad tidak mengetahui perihal pembuatan SKCK yang dimohonkan Yusril.

“Saya belum dapat informasinya,” ujarnya. “Untuk apa tujuannya, juga saya belum tahu informasinya.”

Eddy Soeparno mengaku sudah melihat dokumen surat keterangan tidak pernah dipidana dan SKCK yang dimohonkan Erick. Ia mengatakan hal tersebut dilakukan sebagai langkah antisipasi jika Erick benar-benar ditunjuk menjadi calon wakil presiden pendamping Prabowo.

“Karena dari awal kami memang menawarkan Erick untuk jadi cawapres,” ucapnya.

Meski begitu, kata Eddy, PAN tetap menyerahkan keputusan akhir kepada Prabowo bersama pimpinan partai di Koalisi Indonesia Maju.

Sekretaris Jenderal PBB Afriansyah Noor menyebut langkah Yusril membuat SKCK dan surat keterangan tidak pernah dipidana sebagai persiapan jika nanti Prabowo memintanya menjadi calon wakil presiden.

“Karena sampai saat ini belum ditetapkan siapa cawapresnya. Kami berharap Yusril yang maju karena sudah ada persiapan,” katanya.

Hingga saat ini, tinggal Prabowo yang belum mendeklarasikan cawapresnya. Dua cawapres lain sudah deklarasi, yakni Anies dan Cak Imin serta Ganjar Pranowo dan Mahfud MD. (TEM)

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.