Berita Utama

Firli juga Dilaporkan ke Polda Metro Jaya

JAKARTA – Wakil Ketua KPK periode 2015-2019 Saut Situmorang, mengatakan, selain berharap kepada Dewan Pengawas, pihaknya akan melaporkan Firli Bahuri ke Kepolisian Daerah Metro Jaya pada pekan ini. Tuduhannya adalah Firli diduga melakukan sejumlah tindak pidana yang berhubungan dengan kebocoran dokumen penyelidikan tersebut.

“Kenapa kami memilih Polda Metro Jaya karena sebelumnya di Badan Reserse Kriminal Markas Besar Kepolisian sudah banyak laporan tapi mandek perkaranya,” kata Saut.

Satu laporan yang dimaksudkan Saut adalah dugaan penerimaan gratifikasi oleh Firli yang dilaporkan ke Bareskrim. Yaitu ketika Firli berziarah ke makam orang tuanya di Baturaja, Sumatera Selatan, pada 3 Juni 2021. Firli dan keluarga ke sana dengan menyewa helikopter milik PT APU. Tapi ia hanya membayar sebagian kecil dari tarif normal helikopter dengan dalih mendapat diskon.

Sebelum Saut, Masyarakat Anti Korupsi (MAKI) lebih dulu melaporkan Firli ke Polda Metro Jaya. MAKI menduga Firli sudah membocorkan dokumen penyelidikan KPK ke pejabat di Kementerian ESDM.

Lima sumber terpercaya di penegak hukum menguatkan soal kebocoran dokumen tersebut. Mereka menyebutkan, Idris Sihite kepada penyidik KPK mengakui bahwa dokumen penyelidikan itu diperolehnya dari Firli lewat Menteri ESDM Arifin Tasrif. Informasi lima penyidik di lembaga penegak hukum itu dikuatkan dengan video rekaman penggeledahan di ruang kerja Idris yang diunggah akun Twitter Rakyat Jelata. Dalam video tersebut terdengar suara Idris yang menyebutkan dokumen itu diperolehnya dari Menteri ESDM. Lalu Menteri ESDM mendapatnya dari Firli.

Kepala Bagian Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Trunoyudo Wisnu menyatakan bahwa pihaknya masih menelaah semua laporan tersebut. “Kami akan telaah semua laporan yang masuk,” kata dia.

Baik KPK maupun pihak Kementerian ESDM membantah informasi tersebut. Alexander Marwata berdalih dokumen penyelidikan yang bocor itu tak berpengaruh pada penyelidikan kasus korupsi di KPK. “Terus dampaknya apa terhadap kebocoran surat penyelidikan itu? Enggak ada sama sekali,” kata Alexander.

Adapun Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri mengatakan bahwa informasi itu hanya upaya mengganggu pemberantasan korupsi. Ia menambahkan, lembaganya menghargai berbagai laporan tersebut ke Dewan Pengawas maupun ke kepolisian.

Ketua Indonesia Memanggil (IM57+) Institute, M. Praswad Nugraha, berpendapat bahwa kebocoran dokumen penyelidikan itu justru berdampak besar pada pengusutan perkara korupsi di KPK. Sebab, pejabat yang diduga terlibat dapat menghilangkan barang bukti dan jejaknya dalam perkara tersebut. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.