Berita Utama

Gembos Sana-sini Partai Pendukung

JAKARTA – Witjaksono intens berkomunikasi dengan Rosan Roeslani, Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, sebelum memilih mendukung pasangan calon presiden nomor urut dua tersebut. Komunikasi mereka berlanjut hingga Witjaksono bersama ratusan kader ataupun simpatisan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) mendukung Prabowo-Gibran.

“Komunikasi intens dengan TKN, dengan Mas Roeslan (Rosan Roeslani),” kata Witjaksono, Minggu (31/12/2023).

Wakil Ketua Majelis Pertimbangan PPP itu bersama ratusan kader dan simpatisan PPP mendeklarasikan dukungan ke Prabowo-Gibran di Hotel Ambhara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan, Kamis lalu. Dukungan mereka ini berseberangan dengan PPP yang mendukung pasangan Ganjar Pranowo dan Mahfud Md.

Witjaksono mengatakan dirinya bersama ratusan kader partai berlambang Ka’bah mendukung Prabowo-Gibran karena langkah partainya mengusung Ganjar-Mahfud tidak memberi efek elektoral terhadap partai. Suara partai justru tergerus hingga terancam tidak lolos ke Senayan.

Witjaksono merujuk pada sejumlah analisis terhadap kecenderungan kader dan simpatisan PPP di lapangan. Hasil analisis itu menyimpulkan bahwa sebagian besar kader ataupun simpatisan PPP menghendaki Prabowo-Gibran.

“Gerakan ini untuk memperjuangkan konsistensi voters di lapangan agar tidak tergoda ke partai lain,” kata Witjaksono.

Saat deklarasi, Witjaksono mengklaim 300 kader dan simpatisan PPP satu gerbong dengannya mendukung Prabowo-Gibran. Di antara 300 orang tersebut, sebanyak 30 orang terdaftar sebagai calon legislator dalam Pemilu 2024 dan 17 pemimpin PPP dari tingkat pusat hingga daerah. Gerbong tersebut diberi nama Pejuang PPP yang dipimpin Witjaksono.

Bekas Wakil Ketua Umum DPP PPP Emron Pankapi dan anggota Mahkamah PPP Siti Nurmillah sempat disebut oleh panitia acara. Tapi belakangan Witjaksono mengatakan ada kekeliruan dalam penyebutan nama keduanya.

Deklarasi Pejuang PPP ini dihadiri Rosan Roeslani. Rosan mengapresiasi dukungan tersebut. “Dukungan ini akan menambah energi TKN,” katanya.

Seorang pengurus pusat PPP mengatakan latar belakang manuver Witjaksono itu karena ia berseteru dengan pelaksana tugas Ketua Umum PPP Mardiono. Tapi ia enggan merinci bentuk perselisihan antara Witjaksono dan Mardiono tersebut.

“Faktor lain adalah karena elektabilitas partai yang menurun,” ujarnya.

Saat dimintai konfirmasi, Witjaksono membantah tengah berselisih dengan Mardiono. Ia memastikan hubungannya dengan Mardiono tetap terjaga dengan baik. “Kami masih tegak lurus dengan Ketua Umum,” ujar Witjaksono.

Mardiono belum menjawab permintaan konfirmasi Tempo soal ini. Adapun Ketua DPP PPP Achmad Baidowi memastikan partainya tetap solid mendukung Ganjar-Mahfud meski Witjaksono bermanuver ke Prabowo-Gibran. Ia menegaskan PPP sudah memecat Witjaksono akibat sikap politiknya tersebut.

“Kader yang mbalelo atau oknum tersebut sudah diambil keputusan sanksi indisipliner,” kata Baidowi.

Kordinator Nasional Pejuang PPP Witjaksono (kiri) membacakan deklarasi dukungan kepada Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka di Jakarta, 28 Desember 2023. ANTARA/Fath Putra Mulya

Internal Golkar dan PAN Pecah

Di samping PPP, sebagian kader Partai Golkar dan Partai Amanat Nasional (PAN) memilih berseberangan dengan sikap politik partainya. Misalnya Wakil Ketua Dewan Pimpinan Daerah II Partai Golkar Kabupaten Gowa, Sulawesi Selatan, Andi Muhammad Ishak, yang mendukung Anies Rasyid Baswedan dan Abdul Muhaimin Iskandar—pasangan calon presiden dan wakil presiden dari Koalisi Perubahan. Padahal partainya mengusung Prabowo-Gibran. Andi mengatakan keputusan tersebut merupakan keinginan pribadinya.

Seorang pengurus pusat Partai Golkar menduga latar belakang Andi mendukung pasangan calon presiden nomor urut satu itu karena dia merupakan kerabat Syahrul Yasin Limpo, politikus Partai NasDem—anggota Koalisi Perubahan bersama Partai Kebangkitan Bangsa dan Partai Keadilan Sejahtera. Legislator Golkar ini mengatakan DPP Golkar sudah memanggil Andi untuk mengklarifikasi sikapnya tersebut.

Sebelum Andi, bekas Ketua Umum Golkar Jusuf Kalla lebih dulu mendeklarasikan dukungannya kepada Anies-Muhaimin di Makassar pada 19 Desember lalu.

Menyusul Jusuf Kalla, kader muda Partai Golkar Ali Hilabi juga mendeklarasikan dukungan ke Anies-Muhaimin. Ali beralasan visi-misi dan program yang ditawarkan Anies-Muhaimin lebih sejalan dengan aspirasi generasi muda dan kebutuhan masyarakat Indonesia.

Jauh sebelum dukungan tersebut, puluhan kader Golkar lebih dulu mendeklarasikan dukungan ke Anies. Mereka bahkan membentuk tim relawan bernama Golkar-Anies (Go-Anies). Tim pendukung ini dipimpin Sirajuddin Abdul Wahab, inisiator Gerakan Muda Partai Golkar—kelompok kader partai berlambang beringin yang menghendaki Airlangga Hartarto dievaluasi dari jabatan Ketua Umum Golkar.

Ketua DPP Partai Golkar Ace Hasan Syadzily mengatakan partainya tidak terpengaruh oleh sikap sejumlah kader yang memilih berbeda haluan dengan dukungan Golkar. Ace menegaskan Golkar tetap konsisten mendukung Prabowo-Gibran. “Siapa pun seharusnya taat pada keputusan partai,” kata Ace.

Ketua DPP Partai NasDem Teuku Taufiqulhadi menampik tudingan manuver Andi Ishak karena faktor kekerabatan dengan Syahrul Yasin Limpo. Taufiqul mengatakan NasDem dan Syahrul tidak pernah mengintervensi siapa pun untuk mendukung Anies-Muhaimin.

“Kami menyambut baik kepada siapa pun yang ingin mendukung, tapi tidak pernah memaksa,” kata Taufiqulhadi.

Di lingkup internal PAN, sejumlah politikus senior partai ini mendeklarasikan dukungannya kepada Anies-Muhaimin. Mereka, di antaranya, membentuk kelompok pendukung yang diberi nama Amanat Indonesia (Anies). Kelompok pendukung ini terdiri atas mantan Ketua DPP PAN Sahrin Hamid, anggota Majelis Penasihat PAN Akmaldin Noor, dan anggota Mahkamah PAN Yasin Kara.

Yasin mengatakan mendukung Anies karena sejalan dengan keinginan konstituen PAN di lapangan. Ia mengklaim dukungan simpatisan PAN ke Anies semakin mengerucut setelah Mahkamah Konstitusi (MK) mengabulkan uji materi Pasal 169 huruf q Undang-Undang Pemilu yang memuluskan jalan Gibran menjadi calon wakil presiden.

Menurut Yasin, putusan MK yang berujung pelanggaran etik berat terhadap Anwar Usman, Ketua MK sekaligus paman Gibran, itu kian memicu konstituen PAN untuk mendukung Anies.

Ketua DPP PAN Viva Yoga Mauladi tidak mempermasalahkan dukungan Yasin dan kolega ke Anies-Muhaimin. Namun Viva memastikan dukungan mereka bersifat pribadi. Sebab, PAN sudah menyatakan dukungannya kepada Prabowo-Gibran.

“Yang bersangkutan sudah bukan kader PAN. Jadi baiknya tidak mengatasnamakan partai demi kepentingan pribadi,” kata Viva.

Pengamat politik Agung Baskoro menilai banyak faktor yang mempengaruhi manuver sejumlah kader untuk berseberangan sikap dengan partainya. Dalam konteks Witjaksono dan PPP, kata Agung, hal tersebut merupakan manuver yang rasional karena elektabilitas PPP menurun. Padahal jadwal pemungutan suara tersisa satu bulan lebih.

“Ini rasional kalau tujuannya untuk menyelamatkan. Sebab, pada saat bersamaan, elektabilitas Prabowo-Gibran cenderung meningkat,” kata Agung. “Tapi sulit juga PPP bermanuver ke koalisi lain mengingat waktu yang sudah dekat.”

Direktur Eksekutif Trias Politika Strategi itu juga menduga manuver kader Golkar didasari faktor kekecewaan karena partainya tidak mengusung kader sendiri sebagai calon wakil presiden. Golkar justru mengusung Gibran sebagai cawapres Prabowo.

“Faktor lainnya adalah sikap Pak JK yang juga mendukung (Anies). Ini mungkin menjadi salah satu pertimbangan,” ujar Agung.

Peneliti senior Populi Center Usep S. Ahyar menguatkan pendapat Agung. Usep menilai manuver kader tersebut akibat kecewa terhadap sikap partainya. “Manuver ini juga dilakukan dengan tujuan meningkatkan daya tawar politik kader itu sendiri,” ujarnya. (tem/sem)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.