Berita Utama

Gereja Diminta Ulangi Sejarah di Bidang Perkebunan dan Pertanian

MANSEL, papuabaratnews.co – Tidak hanya fokus pada pengembangan iman jemaat, Gereja di Mansel juga mulai berinovasi dalam menopang perekonomian daerah.

Hal tersebut ditandai dengan panen perdana buah naga oleh Klasis GKI Ransiki, Jumat (27/11/2020).

Bupati non aktif Markus Waran mengatakan, Gereja merupakan perintis pengembangan sektor pertanian dan perkebunan sejak dulu di Mansel. Sehingga, hingga saat ini Mansel dikenal luas sebagai daerah pertanian dan perkebunan.

“Sejarah mencatat daerah ini merupakan daerah perkebunan dan pertanian. Gereja sudah melakukan hal tersebut terlebih dahulu. Guru-guru penginjil jaman itu telah berinovasi dalam sektor perkebunan dan pertanian,” tuturnya.

Dia berujar, sekaranglah waktunya Gereja kembali membangkitkan sejarah itu dalam sektor perkebunan dan pertanian. Sehingga menurut dia, Gereja bisa berdiri secara mandiri, tanpa harus selalu bergantung kepada Pemerintah daerah (Pemda).

“Kita harus mengulangi serta meningkatkan kesuksesan Gereja dalam sektor perkebunan dan pertanian. Sehingga jangan terus kita bergantung kepada pemerintah, serta yang lainnya. Karena itu bisa membuat kita sendiri malas dan tidak bisa berkembang,” ujarnya.

“Tuhan sudah kasih kita tanah yang subur, mari kita syukuri dengan cara memanfaatkan dengan sebaik-baiknya,” sambungnya.

Calon Wakil Bupati Mansel, Wempi Rengkung menyebut, apa yang sudah dimulai Klasis Ransiki, harus menjadi contoh bagi Gereja lainnya untuk terus berinovasi. Selain bekerja dalam inovasi, dia juga meminta agar jemaat yang ada, mendoakan apa yang sedang dikerjakan.

“Apa yang sudah dimulai Klasis Ransiki, harus ditiru Klasis yang lain, juga jemaat-jemaatnya. Selain itu, terapkan juga berdoa dan bekerja. Jadi kita doakan apa yang mau kita kerjakan,” ungkapnya.

Wempi menyebut, melalui pertanian, kedepannya lapangan pekerjaan bisa terbuka lebar. Sehingga, masyarakat tak hanya berharap pada satu profesi saja.

“Dari dulu orang tua sekolahkan anak bukan hanya jadi direktur, bukan jadi bupati atau wakil bupati. Tapi banyak juga lapangan pekerjaan lainnya. Nah ke depan, kalau sektor pertanian dan perkebunan sudah berkembang, tentu dibutuhkan tenaga pendukung. Sehingga SDM di Mansel bisa dimanfaatkan,” ucap Rengkung.

Lanjut dia, Pemda akan terus berupaya memberikan dukungan dana sesuai dengan kemampuan daerah, guna meningkatkan kesejahteraan rakyat.

“Pemda pasti memberikan bantuan sesuai dengan kemampuan daerah. Jadi dukungan berupa dana dari Pemda, harus benar-benar dimanfaatkan dengan baik. Misalnya dapat modal lima, usahakan bulan depannya jadi sepuluh dan seterusnya. Sehingga dukungan yang diberikan pemerintah terus dikembangkan oleh masyarakat, melalui kelompok-kelompok,” terangnya.

Sementara, Ketua Klasis Ransiki, Frans Mofu, mengapresiasi setiap bantuan yang diberikan Pemda Mansel. Ke depannya, dia optimis unit usaha Klasis Ransiki akan terus berkembang.

“Saya mewakili jemaat Klasis Ransiki, mengucapkan terimakasih untuk bantuan yang diberikan Pemda Mansel. Kaminjuga ada rencana sampai mau buat mini market. Saya optimis, setiap unit usaha Klasis Ransiki akan terus berkembang,” pungkasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 30 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.