Hakim Bebaskan Tersangka Kasus Korupsi Septic Tank

  • Kejati Papua Barat Bungkam

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hakim Pengadilan Negeri Sorong Vabianes Stuart Wattimena mengabulkan gugatan pra peradilan tersangka kasus dugaan korupsi dalam proyek pengadaan Septic Tank Individual di Kabupaten Raja Ampat terhadap Kejaksaan Tinggi Papua Barat, Jumat (26/2/2021)

Dalam putusannya, Vabianes Stuart Wattimena mengabulkan gugatan tersangka Muchamad Nur Umlati, yang sedang menjadi tahanan kejaksaan.

Bebasnya Muchamad Nur Umlati, merupakan yang kedua kalinya. Sebelumnya, kasus tersangka yang ditangani oleh Kejaksaan Tinggi Papua, bebas melalui sidang praperadilan di Pengadilan Negeri Sorong. Kini, tersangka yang dalam penanganan Kejati Papua Barat, pun kembali bebas melalui cara yang sama.

Pembatalan status tersangka Muchamad Nur Umlati, termuat dalam salinan putusan Praperadilan Nomor : 1/ Pid.Pra/ 2021/PN.Son tertanggal 26 Februari 2021, diputuskan oleh Majelis hakim tunggal Vabiannes Stuart Wattimena.

Dalam amar putusannya, Majelis hakim menyatakan, pihak Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat sebagai termohon telah dipanggil secara patut selama tiga kali, namun tidak pernah hadir. Mengabulkan gugatan permohonan Praperadilan pemohon untuk seluruhnya dengan verstek.

“Memutuskan, menyatakan surat perintah penyidikan kepala Kejaksaan Tinggi Papua barat Nomor : Print.01/R.2/Fd.2/06/2020 tertanggal 09 Juni 2020 dan surat penetapan tersangka Nomor : Print-29/R.2/Fd.1/02/2021, dan surat perintah penahanan tersangka Nomor : Print-30/R.3/Fd.1/03/2021, adalah tidak sah dan batal demi hukum,” kata Majelis hakim.

Selain itu, Majelis hakim menyatakan, bahwa penyidikan yang dilakukan termohon peristiwa pidana sebagai dimaksud dalam Pasal 2 ayat (1) dan Pasal (3) Undang-undang Nomor 20 Tahun 2021 sebagaimana perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1)-1 dan Pasal 12 huruf e, adalah tidak sah dan batal demi hukum.

Masih dalam amar putusan Praperadilan, Majelis hakim juga menyatakan, bahwa penyidikan terhadap pemohon berkaitan dengan pekerjaan Septic Tank Individual di Dinas PU Kabupaten Raja Ampat, Tahun Anggaran 2018 senilai Rp7.062.287.000.00, tidak dapat dilakukan penyidikan lebih lanjut oleh Kejati Papua Barat.

“Memerintahkan termohon untuk segera mengeluarkan pemohon Muchamad Nur Umlati dari tahanan rutan,” ujar Wattimena dalam agenda putusan Praperadilan yang digelar di Pengadilan Negeri Sorong, Jumat (26/2/2021). Dalam persidangan itu, pihak pemohon dihadiri oleh Ketua tim Penasihat hukum Muchamad Nur Umlati, Benediktus Jombang.

Hingga kini, belum ada pernyataan resmi dari pihak Kejati Papua Barat perihal putusan Praperadilan Majelis hakim tunggal Pengadilan Negeri Sorong, Vabiannes Stuart Wattimena. Keterangan resmi dari pihak Kejati Papua Barat yang disebutkan majelis hakim tidak memenuhi tiga kali undangan sidang praperadilan, pun belum dapat dikonfirmasikan.

Sebagai informasi, Muchamad Nur Umlati sebelumnya ditetapkan sebagai tersangka pada Senin 15 Februari lalu. Dalam prosesnya, tersangka yang didampingi oleh Pieter Welikin selaku Penasihat hukum, langsung dijebloskan ke Lapas Kelas IIB Manokwari sebagai tahanan titipan Kejati Papua Barat.

Kepala Kejati Papua Barat Wilhemus Lingitubun menjelaskan, bahwa kasus tersebut sebelumnya berada dalam penyidikan Kejati Papua pada 2019. Namun, Muchamad Nur Umlati melalui penasihat hukumnya mengajukan permohonan gugatan Praperadilan atas penetapan dirinya sebagai tersangka. Dalam proses persidangannya, Pengadilan Negeri Sorong mengabulkan permohonan tersebut.

Dimana penetapan pemohon sebagai tersangka oleh termohon tidak memenuhi dua alat bukti tindak pidana yang menimbulkan kerugian negara. Dengan dikabulkannya gugatan Praperadilan tersebut, maka status tersangka Muchamad Nur Umlati dicabut secara otomatis.

“Praperadilan menang, penetapan tersangka saat itu dianggap tidak sah karena belum ada perhitungan kerugian negara,” ujar Lingitubun.

“Saat baru dibentuk, Kejati Papua Barat kembali melakukan penyelidikan dan penyidikan ulang. Kini sudah ada perhitungan kerugian negara, untuk itu dia kita tetapkan tersangka dan ditahan,” katanya lagi. (PB13)

**Berita ini telah terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 1 Maret 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: