Berita Utama

Hama Jadi Penyebab Utama Redupnya Kejayaan Kakao

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kabupaten Manokwari sempat memiliki perkebunan kakao yang sempat berjaya di masanya, tepatnya di Distrik Manokwari Utara. Namun kini hanya tersisa perkebunan tua yang sudah tidak produktif lagi. Penyebab utama redupnya kejayaan kakao di Manokwari yakni serangan hama.

“Selama ini para petani kakao di Manokwari Utara sebagian besar adalah petani lokal, yang trauma dengan serangan hama yang dulu pernah menyerang tanaman kakao milik petani,” tutur Kepala Bidang Perkebunan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Yoseph D. Kinho, Selasa (15/12/2020).

Karena serangan hama tersebut, membuat minat masyarakat untuk mengembangkan kembali tanaman kakao berkurang. Menyikapi hal tersebut, pihaknya bersama Bappeda Manokwari berencana membuat demplot atau kebun percontohan pada tahun depan.

“Sehingga ada hasil produksinya, kami berharap dengan adanya demplot masyarakat bisa melihat dan bisa mengembalikan minat mereka untuk kembali membudidayakan tanaman kakao,” jelas Yoseph.

Dikatakan Yoseph, mengajak para petani untuk menanam kembali kakao bukanlah hal yang mudah. Untuk itu pihaknya berupaya untuk memberikan bukti berupa hasil produksi dari kebun percontohan guna menarik kembali minat masyarakat untuk mengembangkan komoditi kakao.

“Karena mereka masih trauma dengan serangan hama yang dulu pernah terjadi. Untuk itu harus ada bukti, salah satunya melalui kebun percontohan yang rencananya akan dibuat di tahun depan,” kata dia.

Adapun kebun percontohan kakao yang rencananya akan di bangun di Distrik Manokwari Utara itu seluas dua hektar.

“Beberapa waktu lalu kami sudah melakukan orientasi lapangan, untuk mencari titik mana yang bisa kita jadikan tempat pembangunan kebun percontohan,” sambung Yoseph.

Alasan mengapa Distrik Manokwari Utara menjadi wilayah pengembangan kakao, Karena Distrik Manokwari Utara merupakan distrik yang menjadi kawasan sentra produksi perkebunan kakao dimasanya, tambah Yoseph.

Pemkab Manokwari, melalui Bidang Perkebunan pada Dinas Pertanian dan Katahanan Pangan terus berupaya mengembalikan masa kejayaan kakao yang pernah ada di Manokwari. Dimana selama tiga tahun berturut-turut terhitung sejak 2018 hingga 2020 ini pihaknya berupaya melakukan pengembangan atau peremajaan atau penanaman kembali kakao.

Dimulai sejak tahun 2018, melalui kegiatan pengembangan kakao di Distrik Manokwari Utara seluas 50 hektar, kemudian pada tahun 2019 menambah luasan sebesar 100 hektar. Untuk tahun 2020, pihaknya melakukan pengembangan dengan luasan yang tidak terlalu besar untuk Distrik Prafi, Masni dan Sidey.

“Tahun ini kita masuk di tiga distrik. Tiga distrik ini dengan luasan yang tidak terlalu besar, yakni masing-masing seluas lima hektar, totalnya 15 hektar,” tandas Yoseph.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 16 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.