Berita Utama

Harga Beli Kakao dari Petani Sesuai Standar Nasional

MANSEL, papuabaratnews.co – Ketua Koperasi Ebier Suth Cokran Yusuf Kawey menuturkan, harga beli kakao dari petani kakao di Mansel sudah sesuai dengan standar harga nasional.

Sehingga menurut dia, permintaan petani terkait adanya peningkatan harga beli kakao tidak bisa dilakukan dalam waktu dekat ini.

“Kita sesuai dengan standar harga nasional. Jadi yang kering satu kilo Rp25 ribu, sedangkan yang masih basa perkilo Rp5 ribu,” katanya kepada Papua Barat News di Ransiki, Sabtu (6/2/2021).

Dia menyebutkan, Koperasi Ebier Suth Cokran akan menaikan harga beli dari petani, apabila standar harga nasional mengalami peningkatan.

“Kalau standar harga nasional naik, pasti kita juga akan menyesuaikan,” ujarnya.

Dia lalu menerangkan, saat ini rata-rata pasokan kakao dari petani bisa lebih dari seratus ton setiap tahunnya. Untuk itu, guna mempermudah para petani melakukan pengeringan biji kakao, Koperasi Ebier Suth akan menyiapkan fasilitas guna menjadi lokasi pengeringan biji kakao.

“Rata-rata lebih dari seratus ton, itu kita jual lagi ke Surabaya. Kedepan ini kita akan siapkan lokasi pengeringan biji kakao, biar nanti para petani tidak mengeringkan kakao di jalan raya atau di lokasi yang tidak layak,” ungkapnya.

Sebelumnya, Marinus Saiba, salah seorang petani kakao di Distrik Ransiki mengeluhkan rendahnya harga beli kakao Koperasi Ebier Suth.

“Rp25 ribu itu saya rasa rendah. Kalau bisa dinaikan sedikit, biar kemudian para petani kakao di Mansel bisa sejahtera,” tukasnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 8 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.