Berita Utama

Investor Ngeri karena Korupsi

JAKARTA – Dugaan korupsi di PT Waskita Karya (Persero) Tbk dan anak usahanya, PT Waskita Beton Precast, dapat menyurutkan minat investor serta lembaga pembiayaan yang hendak masuk ke sektor infrastruktur di Tanah Air. Padahal pemerintah tengah gencar menarik pembiayaan untuk menutup kebutuhan ongkos proyek strategis nasional (PSN) yang mencapai triliunan rupiah.

Direktur Center of Economic and Law Studies (Celios), Bhima Yudhistira, mengatakan dugaan korupsi di Waskita Karya bukan hanya soal buruknya tata kelola perusahaan, tapi juga ada indikasi mengelabui para investor. Pasalnya, salah satu praktik yang dilakukan tersangka adalah membuat dokumen pendukung palsu untuk mendapatkan dana. “Walhasil, diperkirakan banyak PSN yang akan dicoret (investor) dampak dari trust issue BUMN karya,” kata dia, Minggu (30/4/2023), dilansir Tempo.

Waskita selama ini menggarap beberapa proyek strategis nasional, seperti berbagai ruas jalan tol di Jawa dan Sumatera. Perseroan juga tercatat mengerjakan jalur LRT Sumatera Selatan serta pembangunan transmisi Sumatera 500 kV sepanjang 395 kilometer.

Menurut Bhima, penyelewengan yang dilakukan tersangka seolah-olah menunjukkan banyak yang memberi pendanaan ke Waskita berdasarkan proyek riil sehingga investor percaya terhadap kinerja Waskita sebagai perusahaan terbuka. Bhima mengatakan kasus ini akan membuat kinerja perusahaan makin dipertanyakan. “Ada kinerja perusahaan yang overvalue tidak sesuai dengan fakta,” ujarnya.

Pertama, nilai aset Waskita dipertanyakan. Kedua, kinerja pengembalian dana cicilan dan bunga pinjaman, baik kredit kepada sindikasi perbankan maupun penerbitan obligasi, juga menjadi tanda tanya. Ketiga, persoalan ini bisa berdampak pada kredit macet berbagai perbankan yang nilainya tidak mungkin dipulihkan, kecuali ada bantuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara.

Penetapan tersangka Direktur Utama Waskita juga akan menjadi sentimen negatif terhadap saham Waskita. Kepala Riset Praus Capital, Marolop Alfred Nainggolan, mengatakan pemegang saham yang peduli terhadap tata kelola perusahaan yang baik akan cenderung melakukan aksi jual. Dari sisi minat atau permintaan pun, saham emiten berkode WSKT ini bakal dihindari untuk sementara waktu. Akibatnya, harga saham perusahaan pelat merah itu terancam turun dalam jangka pendek. Dampak lainnya adalah penurunan minat pasar yang akan tecermin pada penurunan nilai likuiditas perdagangan saham WSKT.

Alfred memprediksi penurunan minat investor terjadi sampai manajemen bisa meyakinkan pasar bahwa hal serupa tidak terulang. “Terungkapnya korupsi dalam sebuah perusahaan (emiten) diharapkan ending-nya bisa mengembalikan nilai ekonomi yang hilang melalui pengembalian hasil korupsi,” kata Alfred. “Namun tidak tahu apakah hal ini bisa dilakukan dalam kasus ini.” (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.