Berita Utama

Jam Operasional Tempat Usaha Diperpanjang

MANOKWARI, papuabaratnews.co Jam operasional di tempat-tempat usaha diperpanjang. Dimana sebelumnya jam operasional hanya dari pagi sampai jam 18.00 atau jam 6 sore, kini diperpanjang hingga jam 21.00 WIT atau jam 9 malam.

Hal tersebut tertuang dalam Instruksi Bupati Manokwari No. 440/11/10/2020 tentang perubahan ke 2 atas instruksi bupati No. 440/82/9/2020 tentang penerapan pembatasan aktivitas sosial di Kabupaten Manokwari.

Sementara khusus untuk pedagang kaki lima, cafe dan karaoke yang waktu operasi atau jam buka pada sore hari dengan batasan waktu mulai jam 18.00-24.00 WIT.

Sedangkan bagi pelaku usaha yang menjual makanan atau minuman dianjurkan melakukan penjualan dengan cara dibungkus. Namun jika makan ditempat dianjurkan agar tetap menerapkan protokol kesehatan.

Kasatpol PP Manokwari, Yusuf Kayukatui kepada Papua Barat News mengatakan dalam pelaksanaannya akan dilakukan pemantauan secara berkala oleh bidang penegakan hukum dan pendisiplinan yakni Satpol PP sendiri.

Ia menyebutkan bahwa surat instruksi ini telah dirubah untuk kedua kalinya. Adapun perubahan atas instruksi tersebut dengan melihat kondisi yang ada dilapangan.

“Sebagai koordinator penegakan disiplin dilapangan, jika pembatasan jam operasional dari jam 08.00-18.00 maka perekonomian tidak berjalan dengan baik. Ada yang baru mau buka tetapi sudah harus ditutup. Jadi kita menyesuaikan kondisi dilapangan, faktor kemanusiaan harus diutamakan,” sebutnya saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (2/11/2020).

Lebih lanjut, pihaknya akan segera membagikan surat instruksi tersebut kepada masyarakat khususnya para pelaku usaha.

“Surat instruksi yang baru ini juga sudah ditanda tangani oleh Pjs. Bupati pada 24 Oktober. Kami akan perbanyak dan sosialisasi kepada masyarakat, khususnya para pelaku usaha,” jelas Yusuf.

Dengan adanya toleransi waktu yang diberikan pemerintah, ia berharap masyarakat dapat menghargai dan mematuhinya.

“Ada toleransi waktu sampai jam 24.00 malam. Untuk itu para pelaku usaha baik cafe maupun rumah makan serta toko patut bersyukur karena pemerintah sudah memberikan toleransi waktu. Kami harapkan para pelaku usaha dapat menghargai itu dan wajib menerapkan protokol kesehatan,” harapnya.

Ia menegaskan, pihaknya akan menindak jika masih ada tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan meski telah diberi peringatan berulang kali.

“Mereka (pelaku usaha) yang mengatur, tidak perlu tim patroli datang dan mengingatkan terus. Kami tetap melakukan pengawasan, jika masih ada tempat usaha yang tidak mematuhi protokol kesehatan pasti kami akan tegur dan jika tetap tidak diindahkan maka akan kami tindak ,” tegasnya.(PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 3 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.