Berita Utama

Janji Kertajati Akankah Bertaji

JAKARTA – Disiapkan menjadi tujuan baru maskapai penerbangan niaga berjadwal di Jawa Barat, Bandara Kertajati berbenah menyambut lonjakan minat masyarakat menggunakan pesawat yang mulai pulih seperti sebelum masa pandemi Covid-19. Lapangan udara di Kabupaten Majalengka itu direncanakan menyambut penerbangan pesawat jet dari Bandara Husein Sastranegara di Kota Bandung secara bertahap, mulai akhir Oktober mendatang.

Executive General Manager PT Bandarudara Internasional Jawa Barat ( BIJB), Nuril Huda, mengatakan Bandara Kertajati akan langsung dilayani tiga maskapai pada awal relokasi, yaitu Citilink, AirAsia, dan Super Air Jet. “Tiketnya  mulai dijual untuk penumpang,” ucapnya dikuitp Tempo, Kamis (21/9/2023).

Menurut Nuril, Citilink dan AirAsia bersiap menjual tiket rute penerbangan dari Majalengka ke Bali. Citilink pun direncanakan melayani penerbangan ke Balikpapan. Dia belum mengetahui pasti soal rencana rute Super Air Jet. Yang pasti, maskapai anyar itu melayani banyak rute dari Bandara Husein Sastranegara, yaitu ke Medan, Batam, Balikpapan, Denpasar, dan Lombok.

Nuril mengatakan frekuensi layanan ketiga maskapai tersebut tidak akan berbeda dibanding sebelumnya, yakni ketika masih melayani penumpang dari Bandara Husein Sastranegara. “Bahkan tidak tertutup kemungkinan jumlah rute penerbangan yang akan dilayani bertambah,” tuturnya.

Relokasi penerbangan pesawat jet berjadwal dari Bandara Husein Sastranegara ke Bandara Kerjatati sudah diumumkan Kementerian Perhubungan dan PT Angkasa Pura II (Persero) sejak awal 2023. Selain disesuaikan dengan tahap akhir pengoperasian jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan (Cisumdawu), rencana ini baru bisa dieksekusi pada momentum rotasi pesawat maskapai—peralihan ke periode layanan musim dingin atau winter.

Pemindahan layanan penerbangan berjadwal pernah dilakukan sebelum masa pandemi Covid-19, tapi terbukti tidak efektif. Pada Juli 2019, Kementerian Perhubungan merelokasi 13 rute pesawat dari Bandung ke Bandara Kertajati. Kala itu pemerintah masih menyisakan jadwal pesawat baling-baling dan pesawat carter di Bandara Husein Sastranegara. Ketika akhirnya terdapat total 56 penerbangan pesawat jet yang dipindahkan, konsumen dan maskapai tak juga terpikat.

Di tengah tekanan bisnis penerbangan akibat adanya pandemi, slot rute jet akhirnya dipulangkan ke Bandara Husein Sastranegara mulai Agustus 2020. Saat ini, Bandara Kertajati cenderung dipakai untuk embarkasi umrah dan layanan kargo. Proyek bandara besutan pemerintah Jawa Barat ini pun disasar sebagai pusat perbaikan dan perawatan (maintenance, repair, and overhaul/MRO) pesawat.

Meski belum diterbangi untuk rute domestik berjadwal, Bandara Kertajati sudah melayani tiga rute internasional. Garuda Indonesia dan AirAsia rutin memberangkatkan anggota jemaah umrah dari Majalengka ke Arab Saudi setiap pekan. Ada juga Malaysia Airlines yang membuka rute dari Jawa Barat menuju Kuala Lumpur.

Konsultan sekaligus pengamat penerbangan dari CommunicAvia, Gerry Soejatman, mengatakan relokasi penerbangan niaga berjadwal dari Bandung ke Majalengka tak berkaitan dengan pemulihan arus penumpang. “Sejak 2019, saya berkali-kali bilang, Kertajati pasti akan sepi jika belum didukung jalan tol yang memadai.”

Ketua Asosiasi Pengguna Jasa Penerbangan Indonesia, Alvin Lie, sebelumnya mempertanyakan kaitan promosi jalan tol Cisumdawu dengan kinerja Bandara Kertajati. Selain perkara akses, kata dia, prospek Kertajati ditentukan perkembangan ekosistemnya, dari perhotelan, lokasi belanja, hingga pusat kuliner. Ekosistem tersebut belum disiapkan secara mantap oleh PT BIJB. “Pembangunannya lama, tapi ekosistemnya tidak diperkaya,” kata bekas anggota Ombudsman RI bidang transportasi itu.

Lewat keterangan tertulis, Direktur Angkutan Udara Kementerian Perhubungan, Putu Eka Cahyadi, memastikan penerbangan berjadwal dari Bandara Husein Sastranegara yang berkode BDO itu berakhir pada 28 Oktober 2023. “Seluruh perizinan sudah selesai sejak akhir Agustus lalu,” kata Putu. “Masyarakat sudah bisa melihat di berbagai agen perjalanan, tiket dari dan ke Bandara Kertajati sejak 29 Oktober sudah tersedia.”

Serupa dengan penjelasan manajemen BIJB, Putu menyebutkan ada tujuh rute penerbangan domestik dari tiga maskapai yang akan dialihkan ke Bandara Kertajati. Ditotal dari segi kapasitas tempat duduk, seluruh rute itu melayani pergerakan 32.760 penumpang per pekan atau 4.680 penumpang per hari. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.