Berita Utama

Januari-September 2020, Penerimaan Pajak Capai Rp663,8 M

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Manokwari mengungkapkan realisasi penerimaan pajak dari Januari hingga September 2020 baru mencapai Rp663,813 miliar atau sekitar 56,9% dari target sebesar Rp1,165 triliun.

Kepala KPP Pratama Manokwari T. B Sofiuddin mengatakan target penerimaan pajak sebelum masa pandemi Covid-19 sebanyak Rp1,4 triliun. Target tersebut mengalami beberapa kali penyesuaian seiring dengan perubahan pada postur APBN Perubahan 2020. Apabila dibandingkan dengan penerimaan pajak pada periode yang sama di tahun 2019 lalu, mengalami kontraksi 0,63%.
“Karena ada banyak penyesuaian tuh. Dari sisi belanja mengalami perubahan, dari penerimaan juga berubah,” kata dia saat dikonfirmasi di ruang kerjanya, Jumat (4/12/2020).
Dia menjelaskan penerimaan pajak itu terdiri dari pajak penghasilan (PPh) yang sudah terealisasi Rp345,785 miliar dari target Rp546,258 miliar atau sekitar 63,3%. Kemudian pajak pertambahan nilai (PPN) terealisasi Rp284,865 miliar atau baru 48,0% dari target sebesar Rp592,837 miliar. Pajak bumi dan bangunan (PBB) terealisasi Rp28,34 miliar atau 160,5% dari target sebesar Rp17,65 miliar.
“Dan, penerimaan pajak lainnya yang terealisasi sebanyak Rp4,81 miliar atau sekitar 58% dari target Rp8,30 miliar,” ujar dia.
Ia menuturkan struktur penerimaan pajak di wilayah kerja KPP Manokwari sebagian besar berasal dari sektor pemerintah. Sehingga, sangat diharapkan serapan anggaran pemerintah daerah dapat terakselerasi dengan baik di tengah masa pandemi.
Pengutan pajak dari pemda ini akan dikembalikan ke pemda melalui alokasi APBD seperti DAU (Dana Alokasi Umum), DAK (Dana Alokasi Khusus), Dana Bagi Hasil (DBH), dan dana otonomi khusus (Otsus).
“60% penerimaan itu dari sektor pemerintah,” jelas Sofiuddin.
Dia menuturkan edukasi dan sosialisai untuk menggenjot tingkat kesadaran wajib pajak terus dilakukan. Skor kepatuhan wajib pajak dalam melaporkan SPT (surat pemberitahuan tahunan) bisa mencapai 70%.
“Kalau kepatuhan membayar, kami masih bersifat edukasi,” tutur dia.
Untuk mencapai target penerimaan pajak, pihaknya terus menjalin sinergi dan komunikasi dengan sumber penerimaan pajak meliputi instansi pemerintah daerah, industri pengolahan dan sektor perdagangan besar.
“Misalnya PT SDIC bisa kita dapat 10%, dan vendor-vendor yang ada unsur pegawai di LNG Tangguh. Di LNG Tangguh itu PPh 21 kita dapat sekitar 10-12%,” terang dia.
Ia melanjutkan metode kerja KPP Pratama ada dua yaitu melakukan pengawasan terhadap wajib strategis dan pengawasan wajib pajak teritorial yang dapat menambah jumlah wajib pajak baru.
Dari data KPP Pratama Manokwari, realisasi penerimaan pajak periode Januari sampai September 2019 sebesar Rp659,642 miliar terdiri dari PPh sebanyak Rp348,586, PPN terealisasi Rp348,344 miliar, PBB sebanyak Rp35,34 miliar, dan pajak lainnya sebesar Rp5,66 miliar.(PB15)

Caption : Kepala KPP Pratama Manokwari T. B Sofiuddin
Foto : PB News/F. Weking

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.