Kasat Reskrim: Alex Tamoana Diperiksa sebagai Saksi Bukan Tersangka

MANOKWARI, PB News – Kepala Satuan (Kasat) Reskrim Kepolisian Resor (Polres) Manokwari AKP Indro Rizkiadi, SIK, menjelaskan, status Alexius Tamoama alias A dalam kasus operasi tangkap tangan (OTT) pungutan liar (Pungli) di Pasar Wosi yang dilakukan oleh Tim Sapu Bersih (Saber) Pungli pada Senin (5/4/2018) adalah sebagai saksi bukan tersangka sesuai dengan berita acara pemeriksaan (BAP).

“Tidak ada yang menyebutkan bahwa si A itu tersangka. Statusnya kita periksa sebagai saksi,” terang Indro saat dikonfirmasi Papua Barat News di ruang kerjanya, Senin (16/4/2018).

Dari operasi tersebut, lanjut dia, hanya dua oknum aparatur sipil negara (ASN) dengan inisial GW dan MK tertangkap tangan melakukan pungli kepada para pedagang dengan barang bukti uang sebanyak Rp700 ribu. Pada proses pemeriksaan kedua tersangka itu, si A disebutkan oleh keduanya (GW dan MK,red) terlibat dalam kasus pungli.

Sehingga, keesokan harinya A dipanggil pihak kepolisian untuk dimintai keterangan. Dari substansi penyelidikan telah dilakukan pemeriksaan terhadap sebelas orang saksi termasuk Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi & UKM (Disperindagkop) Kabupaten Manokwari, namun belum ditemukan keterlibatan A dalam kasus OTT pungli di Pasar Wosi.

“Adapun dua orang tersangka itu menyebutkan nama dia (A,red) tapi tugas kepolisian membuktikan. Dan A kita periksa itu sebagai saksi,” terang dia.

Dia menjelaskan, dari hasil penyelidikan kasus akan ditingkatkan ke penyidikan. Sejumlah pemberkasan perkara pun sementara dipersiapkan, apabila sudah lengkap ditingkatkan ke tahap satu yang rencananya dikirim paling lama Selasa (17/4/2018). Pihak kepolisian pun telah mengirim surat pemberitahuan dimulainya penyelidikan (SPDP) ke Kejaksaan. Kedua tersangka yakni GW dan MK dikenakan UU Tipikor Pasal 12 E dengan ancaman pidana 4 tahun maksimal 20 tahun, dan denda 50 juta maksimal 250 juta.

“Tahap satu rencana hari ini (kemarin,red) dan paling lama besok (hari ini,red) dikirim ke Kejaksaan,” tutur dia.

Kasat Reskrim juga menyesalkan munculnya pemberitaan di salah satu media online yang menyebutkan bahwa status A adalah tersangka dan kasus OTT pungli di Pasar Wosi sudah sampai pada tahap dua.

“Tahap satu saja belum, ko bisa sampai tahap dua,” pungkas dia.

Telah diberitakan sebelumnya,  mantan Kepala Seksi Pengawasan & Perizinan Disperindagkop Alex Tamoama, mengatakan, setelah diperiksa pihak kepolisian, dirinya mengaku tidak pernah memberikan perintah untuk melakukan penarikan retribusi dan tidak terbukti menerima aliran dana seperti yang dituduhkan. Seluruh bukti rekening koran miliknya telah diserahkan ke kepolisan untuk ditelusuri apakah ada aliran dana pungli yang diambil oleh dirinya. Dia pun mengaku telah diperiksa lima kali sebagai saksi.

“Setelah diperiksa, saya tidak terbukti. Dan saya juga tidak berikan perintah ke mereka (GW dan MK,red) untuk tagih retribusi, uang juga bukan masuk ke saya,” jelas dia.

“Awalnya status saya tersangka tapi setelah diperiksa polisi, status tersangka berubah jadi saksi karena tidak memiliki unsur bukti yang kuat,” ujar dia menambahkan.

Justru, lanjut dia, biaya operasional penertiban para pedagang pasca-relokasi selama sepekan menggunakan biaya pinjaman.

“Selama 67 hari saya keluarkan uang hampir Rp65 juta, saya pakai uang saya untuk biaya operasional selama penertiban itu karena perintah ibu kadis suruh cari pinjaman dulu,” pungkas dia.(PB15)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: