Kasus Malaria Naik, Dinkes Akan Lakukan Penyemprotan Dinding

MANOKWARI, papuabaratnews.co Per Oktober 2020 jumlah kasus malaria di Manokwari meningkat dibandingkan tahun Oktober tahun lalu. Sehingga Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari berencana akan melakukan penyemprotan dinding khususnya di wilayah yang sering ditemui kasus malaria.

Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Manokwari, Mathen Rantetampang menyebutkan, berdasarkan perhitungan angka Annual Paracit Incident (API)  per Oktober 2020 naik sebesar 23,40 persen. Jika dilihat dari tahun ke tahun, pada tahun 2016 API dikisaran 48,8 persen, 2017 41,70 persen, 2018 sebesar 25,03 persen, dan pada tahun 2019 sebesar 21,47 persen.

“Semoga 2021 kami akan coba menganjurkan untuk penyemprotan. Kami akan pengadaan alat dan obatnya sudah ada, kita akan coba untuk lebih maksimalkan penyemprotan dinding rumah pada daerah-daerah yang kasusnya banyak dan selalu ada penularan baru,” jelasnya, saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (15/12/2020).

Menurutnya, penyemprotan pada dinding rumah akan sangat membantu menurunkan kasus malaria. Selain akan melakukan penyemprotan, pihaknya juga telah membagikan kelambu kepada masyarakat.

“Berdasarkan data sudah terdistribusi maksimal, kembali kepada masyarakat apakah mau menggunakan atau tidak. Karena cara yang baik untuk mencegah yaitu pakai kelambu, menjaga kebersihan lingkungan. Ketika merasa demam segara datang ke layanan untuk memastikan apakah itu malaria atau bukan. Jika sudah dinyatakan positif malaria maka harus meminum obat dengan benar,” ujar Marthen.

Pihaknya belum dapat memastikan penyebab naiknya kasus malaria tersebut. Kendati demikian, pihaknya mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kebersihan lingkungan guna menghindari serta mencegah perindukan nyamuk disekitar rumah.

“Apakah aktivitas masyarakat lebih banyak yang beraktivitas diluar rumah sehingga kasusnya naik. Seharusnya pandemi membuat masyarakat lebih banyak melakukan aktivitas di rumah, kemungkinan penularan tidak akan terjadi. Atau mungkin karena banyak didalam rumah dan ada yang terjangkit malaria sehingga menularkan. Kita juga belum bisa memastikan, tetapi kasusnya sampai Oktober ini terlihat meningkat,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 16 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: