Kebakaran Hebat Melanda Pasar Tingkat Sanggeng

MANOKWARI, PB News – Kebakaran hebat melanda Pasar Tingkat Sanggeng yang merupakan pasar sentral terbesar di kota Manokwari, Rabu (11/4).

Pantauan Koran ini, api dengan cepat menghanguskan puluhan lapak atau los pasar di lantai 2 bangunan, tepatnya bagian pasar yang berhadapan dengan Pos Polisi Sanggeng.

Beberapa ledakan sempat terdengar dari sejumlah bangunan los toko elektronik yang terbakar. Selain itu, percikan dari aliran listrik juga terlihat. Saat kejadian, semua pemilik usaha tidak berada di tempat.

Untuk memadamkan api, dua mobil pemadam kebakaran dibantu dua unit mobil water canon milik Polres Manokwari dan Polda Papua Barat diturunkan serta sejumlah mobil tangki air milik warga. Api baru berhasil dipadamkan tiga jam setelah kejadian.

Sampai berita ini dirilis belum ada keterangan resmi terkait kebakaran ini, baik dari kepolisian, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) maupun instansi terkait lainnya. Kebakaran diduga akibat korsleting atau hubungan arus pendek listrik.

Namun informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, asap mulai kelihatan sekitar pukul 04.30 WIT. Asap terlihat di salah satu lapak lantai dua dekat pintu masuk tengah.

“Sekitar jam setengah lima, asap sudah kelihatan. Kami langsung menyampaikan laporan ke Polres Manokwari agar mendapat penanganan cepat,” kata Brigadir Nico, anggota Patroli Gabungan TNI-Polri.

Dalam peristiwa kebakaran ini didak ada korban jiwa. Diperkirakan sekitar 26 hingga 28 lapak atau los pasar terbakar pada peristiwa ini. Belum diketahui pasti kerugian materi yang dialami pedagang.

Pasar Tingkat Sanggeng, merupakan salah satu pasar tertua di Manokwari. Berbagai macam komoditas dari pangan, pakaian hingga elektronik dijual di pasar tersebut.

Bangun lapak darurat

BPBD Provinsi Papua Barat segera akan membangun lapak darurat agar pedagang pasar Sanggeng yang terdampak kebakaran bisa berjualan kembali. Pembangunnya bekerjasama dengan BPBD Kabupaten Manokwari dan asosiasi pedagang pasar Sanggeng.

“Kita pastikan hari ini pasar harus aktif. Kita koordinasi dengan kabupaten dan asosiasi pasar untuk membangun secara darurat lapak di sepanjang jalan depan pasar Sanggeng. Ini adalah bencana non-alam,” ujar Kepala BPBD Papua Barat, Derek Ampnir, Rabu (11/4).

Senada dengan Ampnir, Kepala BPBD Kabupaten Manokwari, Johanes Jaftoran yang dikonfirmasi juga mengatakan hal yang sama.

“Kita lihat pengaturan tenda atau lapak darurat dan arus lalulintas. Rencananya kita bangun di areal depan pasar,” tuturnya.

Soal bantuan kepada korban bencana non-alam, kata Jhon belum pasti, tapi akan dibicarakan dengan Bupati lagi.

Sementara itu, Ketua Asosiasi Pedagang Pasar Sanggeng, Amir Habbe, mengatakan 26 los di lantai dua terbakar. Meski tidak secara keseluruhan, namun rusaknya tekstur bangunan pada lantai II ini berdampak di lantai I.

“Ini membahayakan, yang jelas lantai I tidak bisa dipergunakan. Makanya kita sepakat untuk lapak darurat,” ungkapnya.

Dia juga menyatakan belum tahu berapa kerugian materil. “Malam ini (Rabu malam, red) kita pertemuan dengan seluruh pemilik los pasar, terutama yang menjadi korban, untuk menginventarisir berapa banyak kerugian,” tandasnya.

Pantauan Koran ini, pedagang dan pemerintah bekerjasama mengosongkan lahan yang akan digunakan untuk membangun lapak darurat. Empat truk sampah siaga untuk mengangkat puing-puing bangunan dan sampah akibat kebakaran.

Dibangun pasar yang baru

Pemprov Papua Barat segera berkoordinasi dengan Pemda Manokwari untuk merencanakan pembangunan kembali Pasar Sanggeng, pasca insiden kebakaran.

“Kita akan koordinasi dulu dengan Bupati Manokwari, (Demas Paulus Mandacan) dan OPD untuk duduk bersama mencari solusi baik menyelesaikan gedung Pasar Tingkat Manokwari,” ujar Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat meninjau Pasar Sanggeng, Rabu (11/4).

Dominggus menegaskan, pihaknya akan segera membangun pasar yang baru. “Pasar tingkat ini gedung memang sudah lama jadi sudah seharusnya dibangun baru. Pasar ini adalah salah satu wajah ibukota Papua Barat ini,” sambungnya.

Untuk anggaran, kata Dominggus akan dibicarakan lagi dengan Bupati Manokwari setelah menerima kunjungan Presiden Jokowi di Sorong hari ini.

Ia mengatakan, untuk sementara, sejumlah pedagang terkena dampak akan direlokasi. Untuk itu ia menginstruksikan OPD di lingkungan Pemerintah Provinsi Papua Barat dan Pemerintah Kabupaten Manokwari segera mengambil langkah-langkah menindak laknjuti hal tersebut. (PB14/RED)

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: