Kebijakan Rotasi Jabatan Dinilai Matikan Karier ASN OAP

MANOKWARI, PB News – Kebijakan rotasi jabatan yang dilakukan Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dan Wakil Bupati Edi Budoyo dinilai mematikan karir dan merugikan Aparatur Sipil Negara (ASN) Orang Asli Papua (OAP).

Hal ini diungkapkan empat ASN OAP yang menerobos masuk dalam apel gabungan di halaman Kantor Bupati, Senin (26/3/2018) kemarin.

Keempat ASN yang merasa dirugikan yakni, Anton Mandacan mantan lurah Amban, Wempi Mandacan mantan kepala bagian perekonomian daerah (Perekda), Ruland Sarwom mantan plt Kepala Dinas Pariwisata dan Wiyai mantan salah satu kabid di Dinas Perikanan yang semuanya kini dinon-jobkan atau menjadi staf biasa.

Dihadapan Sekda Manokwari, F.M. Lalenoh, Anton Mandacan meminta waktu untuk audiens besama Bupati Manokwari Demas Paulus Mandacan dengan tujuan untuk meminta kejelasan status mereka.

“Kebijakan bupati justru merugikan kami anak anak Papua,” kata Anton dengan lantang dan disaksikan seluruh peserta apel.

Anton bahkan meminta Kepala Bagian Pemerintahan dan Otonomi Daerah, Setda Manokwari, Albinus Cobis bertanggung jawab atas nasibnya sekarang.

“Kepala bagian pemerintahan,  koi yang paling bertanggung jawab,” ujar Anton dengan nada tinggi.

Selain Anton Mandacan, ungkapan kekecewaan disampaikan Wempi Mandacan. Ia mempertanyakan proses mutasi dan promosi ASN di lingkup Pemkab Manokwari yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati, apakah sudah sesuai regulasi atau tidak,  sebab menurut dia, proses dilakukan tanpa berdasarkan regulasi.

Wempi menegaskan, mutasi dan promosi yang dilakukan Bupati dan Wakil Bupati melenceng jauh dari undang-undang otonimi khusus (Otsus) di Papua, karena justru ASN OAP yang menjadi korban.

“Apakah ini pemerintahan otsus ataukah pemerintahan jawanisasi,” tanya Wempi.

Untuk itu, mereka meminta Sekda Lalenoh berkoordinasi dengan Bupati untuk waktu audiens bersama mereka.

Menanggapi hal itu, Sekda Lalenoh berjanji akan menyampaikan hal tersebut kepada upati dan wakil bupati, karena saat ini sedang di luar daerah.

Seperti diketahui pada apel pagi pekan sebelumnya, saat dipimpin langsung oleh Bupati. Anton Mandacan yang hendak melakukan interupsi, malah ditinggalkan Bupati yang langsung masuk ke ruang kerjanya, saat apel belum selesai. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: