Berita UtamaInforialPOLITIK & HUKUM

Kejati Sidik Dugaan Korupsi Dana Sosialisasi MRPB

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Penyidik Kejaksaan Tinggi (Kejati) Papua Barat menelusuri laporan masyarakat terkait dugaan penyalahgunaan dana sosialisasi Opsi dan pembangunan ruang sidang Kantor Majelis Rakyat Papua Barat (MRPB), tahun 2019. Sedikitnya tujuh orang pejabat MRPB dimintai keterangannya dalam dugaan korupsi bernilai Rp2 miliar itu.

Hal tersebut disampaikan Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasipenkum) Kejati Papua Barat, Billy Wuisan, ketika dikonfirmasi terkait temuan dugaan penyalahgunaan dana untuk giat sosialisasi opsi MRPB dan kemahalan harga pada pekerjaan pembangunan ruang sidang kantor dan Pokja Sekretariat MRPB tahun 2019, senilai Rp 2 miliar.

“Iya benar ada temuan. Sejauh ini sudah tujuh orang anggota MRPB yang memenuhi panggilan dan sudan dimintai keterangan. Pemeriksaan masih terus berjalan. Kami akan seriusi ini, dimonitor saja terus,” kata Billy Wuisan di Manokwari, Minggu (6/12/2020).

Wuisan mengungkapkan, pihaknya menerima laporan secara tertulis dari sejumlah masyarakat terkait kasus dugaan korupsi tersebut. Berawal dari laporan itu, penyidik kemudian melakukan penyelidikan intensif. Hasilnya, kasus itu kini telah sampai pada tahap penyidikan.

“Kasus dugaan korupsi tersebut prosesnya kini sudah masuk pada tahap penyidikan, bukan lagi penyelidikan. Untuk berapa dana yang digelapkan itu belum bisa diungkap sekarang, karena masih pengembangan. Pastinya, total dana mencapai Rp2 miliar,” ujar Wuisan. “Sudah ada perintah pimpinan, kasus ini menjadi salah satu atensi kami untuk dituntaskan,” katanya lagi

Pada Jumat pagi (4/12/2020), sejumlah orang yang berasal dari Sekretariat MRPB mulai mendatangi kantor Kejati Papua Barat, secara bergantian. Kedatangan mereka untuk memenuhi panggilan penyidik guna dimintai keterangan.

Pantauan Papua Barat News, pemeriksaan berlangsung secara tertutup, di salah satu ruang penyidik tindak pidana khusus. Ini merupakan pemeriksaan perdana sejak kasus dugaan korupsi tersebut dinaikan statusnya dari penyelidikan menjadi penyidikan. (PB13)

** Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 7 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.