Berita Utama

Kementerian Jadwalkan Instalasi AQMS Pekan Depan

MANOKWARI, papuabaratnews.co Kementrian Lingkungan Hidup di jadwalkan akan melakukan instalasi Air Quality Monitoring System (AQMS) di kantor Bupati Manokwari pekan depan. Selain instalasi, pihak kementrian akan melakukan pelatihan operasional untuk operator dan staff yang dipusatkan di Manokwari.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran, Kerusakan Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman hayati, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Manokwari, Yohanes Ada’ Lebang mengatakan, untuk pembangunan AQMS telah selesai berproses dan sudah masuk di zona A. Dimana rencananya ada perubahan dari kementrian yakni pada 7 dan 8 September nanti akan dilakukan penyelesaian instalasi pada AQMS yang dibangun di area Kantor Bupati Manokwari.

“Karena kita masih harus masukkan layanan internet di AQMS, sehingga pada 7 dan 8 September dari kementerian akan tiba di Manokwari, setelah itu dilakukan penyelesaian instalasi,” jelasnya.

Sedangkan pada 10 September nanti ada pengawasan, setelah dilakukan instalasi dan selanjutnya akan dilakukan pelatihan yang dipusatkan di Manokwari.

“Agenda pada 11 September yaitu dilakukan pelatihan operasional untuk operator dan staff, dari dinas diminta lima orang untuk mengikuti pelatihan operasionalisasinya. Kemudian setelah itu sudah bisa diuji coba dan kita tinggal menunggu pemantauan selanjutnya,” papar Lebang

Lebih lanjut, ketersediaan listrik dan layanan internet sangat dibutuhkan dalam pengoperasian AQMS. Untuk itu, pihaknya berharap perusahaan listrik dalam hal ini PLN dan pihak penyedia layanan internet dapat bersinergi agar semua dapat berjalan dengan baik.

“Ada beberapa hal yang diantisipasi, untuk instalasi semoga dukungan listrik maupun internet bisa selesai. Kita berharap bisa mendapat dukungan dari kedua pihak ini, mengingat alat ini bukan untuk kepentingan dinas dan pribadi, melainkan untuk Manokwari,” ujarnya.

Adapun hal teknis lainnya, pihaknya juga akan koordinasi sekretariat daerah untuk tidak lagi melakukan pembakaran sampah di area tersebut.

“Penumpukan sampah harus pada tempatnya yaitu bak sampah. Indikasinya jika ada pembakaran sampah di area itu, maka akan terdeteksi oleh alat dan bisa di kategorikan tercemar. Padahal sebenarnya tidak tercemar,” terang Lebang.

Disebutkan Lebang, radius AQMS sekira 5 Km bisa terdeteksi. Alasan mengapa AQMS tidak ditempatkan ditempat keramaian, dikarenakan guna menjaga ketahanan dan keamanan alat AQMS. Adapun yang menjadi pertimbangannya adalah karena lokasi kantor bupati yang berada diatas dan cukup jauh dengan laut.

“Pertimbangan kami Manokwari dekat dengan laut dan uap air garamnya mempengaruhi ketahanan alat, jangan sampai cepat rusak

Selain itu, alat ini mitigasi untuk pencegahan dini. Dimana pada hari ini Manokwari dalam kondisi udara normal, belum tercemar. Waktu terdeteksi oleh alat itu bahwa ada indikasi pencemaran maka kita akan segera melakukan penanganan. Hal ini menjadi pertimbangan akhirnya kita tempat AQMS di kantor bupati,” jelasnya.

Diungkapkan Lebang, semua anggaran termasuk pembangunan AQMS dibiayai langsung oleh kementerian. Dimana dari sekitar 400 kabupaten/kota di Indonesia, hanya 40 kabupaten/kota yang bisa mendapat alat ini termasuk Manokwari.

“Program ini sampai 2025, untuk nilai kontraknya saya tidak tau pastinya karena itu langsung dengan pihak ketiga,” timpalnya. (PB19)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 1 September 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.