Ketua MRPB Kecewa Mansel Tidak Dapat Jatah Kursi

MANOKWARI,  papuabaratnews.co – Ketua Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat (MRPB), Maxsi Nelson Ahoren menyesalkan tidak diakomodirnya perwakilan masyarakat Manokwari Selatan dalam keanggotaan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Papua Barat mekanisme pengangkatan atau jalur otonomi khusus (Otsus).

Maxsi menyebut tidak diakomodirnya perwakilan masyarakat Manokwari Selatan lantaran panitia seleksi (pansel) mengakomodir dua orang perwakilan dari Kabupaten Pegunungan Arfak.

“Saya ingin tahu aturan apa yang dipakai oleh pansel, sehingga perwakilan masyarakat Manokwari Selatan tidak masuk,” ujar Ahoren kepada wartawan di Manokwari,  Selasa (7/7/2020).

Menurut Maxsi, pansel seharus membagi jatah kursi secara adil berdasarkan daerah perwakilan. Sehingga setiap kabupaten/kota memperoleh jatah sesuai peringkat rangking. Dia menilai dengan tidak diakomodirnya perwakilan Manokwari Selatan, maka nanti ada ketimpangan dalam keanggotaan DPR Papua Barat Jalur Otsus.

“Kenapa yang dimasukan semua dari Pegunungan Arfak,  aspek keadilan tidak ada dalam mekanisme ini,” tegasnya.

Kecewa dengan penetapan hasil seleksi dari pansel itu, Maxsi pun menolak menandatangani berita acara. Dia menyebutkan penetapan 11 nama  yang akan menduduki kursi DPR Provinsi Papua Barat jalur Otsus itu berpotensi menimbulkan konflik dalam masyarakat.

Maxsi lalu menegaskan, pihaknya akan segera menyurati Gubernur Papua Barat untuk memberi perhatian serius perihal tidak adanya perwakilan masyarakat Manokwari Selatan dalam DPR Papua Barat jalur otsus itu.

“Kami akan segera menyurati gubernur, agar ia memperhatikan masalah ini. Juga apabila ada calon yang merasa dirugikan, bisa mengadukan ke MRB,” katanya.

Ketua Pansel DPR Papua Barat jalur Otsus,  Frangky Umpaian menyatakan pihaknya sudah bekerja sesuai amanat Perdasus. Dia menegaskan sama sekali tidak ada intervensi dari pihak mana pun dalam proses seleksi dan penetapan 11 kursi anggota DPR Papua Barat jalur Otsus itu. Penetapan 11 nama itu dilakukan secara jujur, adil, dan bermartabat.

“Yang menentukan lolos dan tidaknya seorang calon adalah dirinya sendiri,” terangnya.

Frangky menjelaskan proses seleksi tidak berdasarkan pembagian kabupaten/kota, namun berdasarkan daerah pengangkatan. Karena itu lolos tidaknya seorang kandidat calon ditentukan dengan nilai rangking yang diperoleh berdasarkan daerah pengangkatannya, bukan asal kabupaten/kota.

“Dalam Perdasus itu berdasarkan daerah pengangkatan, karena kalau berdasarkan kabupaten/kota, kursi ini terbatas,” terangnya.

Sebelumnya, Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan dalam sambutannya mengapresiasi kinerja Pansel yang berjalan secara transparan. Gubernur menegaskan, dirinya tidak mengintervensi pansel terkait penetapan 11 nama anggota DPR Papua Barat jalur Otsus itu.

Gubernur pun berharap, keputusan Pansel dapat diterima oleh semua pihak terutama masyarakat adat wilayah Doberay dan Bomberay.

“Saya berpesan agar 11 nama yang ditetapkan Pansel pro dan aktif berkoordinasi dengan Biro Pemerintah untuk melengkapi berkas yang dibutuhkan,” tukasnya.

Adapun 11 kursi anggota DPR Papua Barat mekanisme pengangkatan periode 2019-2024, sebagaimana ditetapkan Pansel dalam Surat Penetapan nomor 15/K-P/2020, adalah sebagai berikut, dari daerah pengangkatan Sorong Raya, urutan pertama Agustinus R. Kambuaya (Maybrat) dengan nilai 217. Kedua,  Barnike S. Kalami (Kabupaten Sorong) dengan nilai 209,5. Ketiga, Barnabas Sedik (Tambrauw) dengan nilai 206,5. Keempat, Carstenzs I. O. Malibela (Kota Sorong) dengan nilai 201,4. Kelima George K. Dedaida (Sorong Selatan) dengan nilai 201.

Daerah pengangkatan Kuri Wamesa, urutan pertama Yan A. Yoteni (Teluk Wondama) dengan nilai 212,6, urutan kedua Dominggus A. Urbon (Teluk Bintuni) dengan nilai 202,7 dan urutan ketiga Mudasir Bogra (Kaimana) dengan nilai 200,5.

Selanjutnya daerah pengangkatan Manokwari Raya,  urutan pertama Maurid Saiba (Pegunungan Arfak)  dengan nilai 184,4, urutan kedua Sergius Rumsayor (Manokwari) dengan nilai 182,2 dan urutan ketiga Yurthinus Mandacan (Pegunungan Arfak)  dengan nilai 180.

Dalam surat keputusan yang sama, Pansel juga menetapkan calon anggota DPR Papua Barat Pergantian Antar Waktu (PAW), sesuai nilai hasil seleksi diantaranya daerah pengangkatan Sorong Raya, urutan pertama Vincentius P. Baru (Tambrauw), kedua Frida T. Klasin (Kota Sorong), ketiga Abrahan G. Gaman (Raja Ampat), keempat Yonadap Trogea (Sorong Selatan), kelima Johanes G. Filem (Kabupaten Sorong), keenam Simson Sremere (Sorong Selatan), ketujuh Yan Y. Daat (Raja Ampat), kedelapan Since S. Sangkek (Maybrat), kesembilan Frinset Sayflet (Kabupaten Sorong), kesepuluh Yusuf Antem (Raja Ampat), dan kesebelas Oktavianus M. Osok (Kota Sorong).

Daerah pengangkatan Kuri Wamesa, urutan pertama Sahaji Refideso (Teluk Bintuni), kedua Umar R. Heremba (Fakfak), ketiga Andarias Hombore (Fakfak), dan keempat Hendrina N. Ayamiseba (Teluk Wondama).

Dari Manokwari Raya,  urutan pertama Arnold Ainusi (Manokwari Selatan),  kedua Dorthea M. Mandacan (Manokwari), ketiga Hasani Ulman (Manokwari), keempat Yunus Ullo (Pegunungan Arfak), dan kelima Joni Inden (Manokwari Selatan). (PB22)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: