Berita Utama

Klaster Keluarga Peringkat Pertama Penularan Covid-19 di Manokwari

MANOKWARI, papuabaratnews.co –  Penularan Covid-19 di Manokwari dari klaster keluarga hingga kini mencapai 645 orang. Hal ini membuat klaster keluarga menempati urutan pertama penularan Covid-19 di Manokwari, disusul oleh klaster perkantoran sebanyak 273 orang.

“Hampir 50 persen penularan Covid-19 di kabupaten Manokwari ditempati klaster keluarga. Perkantoran urutan kedua 273 orang, klaster Goa 4 orang, klaster petugas kesehatan rumah sakit 43, puskesmas 53,” jelas Ketua Tim Ahli Satgas Covid-19, Drg. Henri Sembiring, Jumat (11/12/2020).

Untuk itu, kata Sembiring, sangat diperlukan peran keluarga khususnya dari para ibu untuk mencegah dan mengantisipasi penularan Covid-19. Karena kunci penanganan Covid-19 adalah kesehatan. Kesehatan yang baik akan mendukung upaya peningkatan ekonomi yang lebih baik. Kemudian, disiplin protokol kesehatan harus tetap dijaga. Karena selain vaksin, disiplin prokes merupakan senjata utama memutus rantai penyebaran virus mematikan ini.

“Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak bersama Kementerian Kesehatan dan Satuan Tugas Penanganan Covid-19 akan menyusun protokol kesehatan keluarga sebagai panduan pencegahan dan pengendalian penularan Covid-19 di keluarga dan masyarakat,’ jelas Sembiring.

Sementara itu, disinggung perihal vaksin yang kabarnya akan mulai didistribusikan pada tahun depan, Sembiring menjelaskan pihaknya masih menunggu petunjuk lebih lanjut. Dimana vaksin tersebut telah dikaji oleh Kemenkes dan BPOM, sebelum didistribusikan ke daerah.

“Prinsip regulasinya dari pusat, bukan atas kajian kita, kita siap melaksanakan,” jelasnya.

Lebih lanjut, adapun yang akan mendapat vaksinasi pada tahap pertama yakni para tenaga kesehatan (nakes). Dijelaskan Sembiring, selain menjadi garda terdepan, para nakses harus dipastikan sehat sebelum memberikan pelayanan kepada masyarakat.

“Kadinkes provinsi sudah sampaikan (vaksin) itu khusus nakes, TNI, Polri, ASN, dan masyarakat untuk tahap kedua,” jelasnya menambahkan.

Meski telah divaksinasi, namun protokol kesehatan (prokes) harus tetap dijalankan. Sementara itu, kata dia, belum ada petunjuk lebih lanjut terkait kuota yang diberikan untuk Manokwari.

“Karena vaksinnya baru sampai Jakarta, belum ada jadwal distribusi ke daerah. Nanti akan distribusi ke Papua Barat, kemungkinan kita yang pertama karena ibu kota provinsi,” ungkap Sembiring.

Sementara itu, pihaknya telah menyiapkan data nakes yang akan divaksin.

“Yang jelas untuk nakes yang terlibat secara langsung maupun yang tidak terlibat secara langsung. Untuk data nakes yang terlibat sekira 400-an orang dari puskesmas dan fasyankes lainnya,” pungkaanya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 14 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.