Berita Utama

Kolega Desak NasDem Umumkan Nama Pendamping Anies

JAKARTA – Partai Demokrat dan Partai Keadilan Sejahtera (PKS), dua kolega di Koalisi Perubahan, disebut terus mendesak Partai NasDem agar bersedia mengumumkan nama calon wakil presiden yang akan mendampingi Anies Baswedan. Mereka menargetkan pengumuman nama calon yang bakal berduet dengan bekas Gubernur DKI Jakarta itu dalam kontestasi Pemilu 2024 segera dilakukan pada bulan ini.

Kedua partai anggota koalisi itu menilai deklarasi nama calon wakil presiden bakal menuntaskan masalah elektabilitas Anies Baswedan yang dianggap kian merosot dibanding bakal calon presiden lainnya. Ketua Badan Pemenangan Pemilihan Umum Partai Demokrat, Andi Arief, menyatakan partainya sudah mengusulkan rencana percepatan deklarasi tersebut.

Andi sembari merujuk pada survei Indikator Politik Indonesia yang menempatkan Anies pada urutan ketiga dengan perolehan suara 18,9 persen pada medio survei 26-30 Mei 2023. “Dugaan kami, ini terjadi karena lambatnya deklarasi,” ujar Andi dilansir Tempo, Senin (5/6/2023).

Menurut dia, masalah ini dapat rampung bila Koalisi Perubahan segera mendeklarasikan sosok calon wakil presiden yang bakal mendampingi Anies. Andi mengusulkan deklarasi dipercepat. Jika pada Juni ini deklarasi calon wakil presiden tak terlaksana, Andi menyebutkan partainya bakal melakukan evaluasi. Namun dia tak merinci apakah itu bermaksud Demokrat berencana meninggalkan Koalisi Perubahan.

Andi menilai upaya mengerek elektabilitas pasangan calon presiden bakal kian sulit bila pengumuman nama pendamping Anies terlambat. Dia menegaskan deklarasi perlu dipercepat untuk mempermudah Koalisi Perubahan menggerakkan mesin partai dan masyarakat guna memenangkan Anies.

Lembaga Survei Indikator sebelumnya mengumumkan hasil survei mereka pada Minggu (4/6/2023). Survei itu menunjukkan suara Anies cenderung turun. Misalnya, pada Januari lalu elektabilitas Anies sebesar 24,2 persen, Februari 24 persen, April 22,2 persen, 5 Mei 21,8 persen, dan 30 Mei menjadi 18,9 persen. Adapun elektabilitas Prabowo Subianto, Ketua Umum Partai Gerindra, meningkat dari 26,7 persen pada Februari menjadi 34,8 persen pada Mei lalu. Sementara itu, perolehan suara Ganjar Pranowo berada di peringkat kedua dengan 35 persen pada Februari dan turun menjadi 34,2 persen pada Mei. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.