Berita Utama

Komponen Cadangan Solusi Kurangi Ketimpangan Jumlah Prajurit

JAKARTA – Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat yang membidangi pertahanan, Bobby Andhityo Rizaldi, juga menilai pembentukan Komponen Cadangan (Komcad) sebagai solusi termurah untuk mengurangi ketimpangan rasio antara jumlah prajurit TNI dan luas wilayah serta jumlah penduduk. “Sekarang luas wilayah dan jumlah masyarakat dengan kebutuhan TNI jomplang,” kata Bobby.

Hingga 2021, jumlah tentara aktif Indonesia diperkirakan 395.500 personel. Idealnya, kata Bobby, jumlah tentara di suatu negara adalah 1 persen dari jumlah penduduk. Artinya, dengan asumsi jumlah penduduk Indonesia saat ini, kebutuhan tentara semestinya sekitar 2,7 juta personel.

Dengan alasan tersebut, Bobby menilai pembentukan Komcad tetap diperlukan kendati BPK menemukan sejumlah masalah dalam pengadaan dan penganggarannya. “Enggak masalahlah. Overall 2021 dalam rapat pertanggungjawaban di DPR, sudah wajar tanpa pengecualian, sudah dijelaskan semua, tidak ada hal yang material,” kata Bobby.

Hal senada diutarakan anggota Komisi I DPR, Dave Akbarshah Fikarno. “Perlu dua tahun ke depan untuk benar-benar melihat seberapa efektif Komponen Cadangan ini,” ujar politikus yang akrab dipanggil Dave Laksono itu.

Sebelumnya, ketika berpidato dalam upacara penetapan Komcad tahun anggaran 2022, Prabowo kembali menegaskan bahwa pembentukan Komcad sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945 Pasal 27 yang mengamanatkan setiap warga negara ikut serta dalam upaya membela negara serta usaha pertahanan dan keamanan negara. “Dan Pasal 30 yang berisi tiap-tiap warga negara berhak dan wajib ikut serta dalam usaha pertahanan dan keamanan negara,” kata Prabowo, 8 September lalu.

Kementerian Pertahanan sejak awal mengklaim pembentukan Komcad, di antaranya, justru sebagai langkah efisiensi anggaran. Selama ini, untuk membentuk seorang prajurit tamtama—pangkat terendah di TNI—dibutuhkan biaya Rp 88-100 juta. Sedangkan untuk mendidik seorang anggota Komcad hanya membutuhkan anggaran Rp 30 juta. Tak seperti terhadap prajurit, negara juga tak berkewajiban memberikan gaji anggota Komcad setelah pendidikan. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.