KPU Pegaf Undur Jadwal Debat Publik

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Pegunungan Arfak mengundurkan jadwal debat publik bagi pasangan calon yang akan bertarung di Pilkada serentak 9 Desember mendatang.

Ketua KPU Pegunungan Arfak, Herry Towansiba mengatakan,  pengunduran jadwal pelaksanaan debat publik pertama karena alasan komisioner KPU mengikuti kegiatan bimbingan teknis (bimtek) ke luar Papua. Sehingga tahapan debat publik tidak dapat dilakukan sesuai jadwal yang telah ditentukan.

“Jadwal debat kita undur karena bertabrakan dengan penugasan divisi teknik dan komisioner ke Jakarta dan Surabaya,” kata Herry kepada Papua Barat News di Manokwari, Minggu  (8/11/2020).

Menurutnya, pengunduran tersebut juga telah disepakati bersama pasangan calon bupati dan wakil bupati peserta Pilkada serentak 2019 di daerah tersebut.

“Pasangan calon Yosias Saroy dan Marinus Mandacan (Yosmar) telah diberitahukan terkait pengunduran jadwal pelaksanaan debat publik pertama itu,” ujarnya.

Selanjutnya Herry menyebutkan, jadwal pelaksanaan debat publik pertama akan dilaksanakan pada 16 atau 17 November 2020 bertempat di kantor DPRD Kabupaten Pegunungan Arfak.

Ia menambahkan,  rencana pelaksanaan debat publik tahap pertama dan kedua sudah dimatangkan. Debat publik pertama akan dilaksanakan di Pegunungan Arfak, sementara debat kedua akan dilaksanakan di Manokwari.

“Agenda debat publik ini akan kita lakukan dengan melibatkan media massa seperti TVRI,  RRI dan media lokal yang ada di Manokwari,” pungkasnya.

Dikatakan, partisipasi media massa untuk meliput debat kandidat ini diperlukan agar  jalannya debat dan pemaparan visi misi pasangan calon juga diikuti oleh masyarakat, sebelum mereka menentukan pilihan.

Lanjut Herry, dalam pelaksanaan debat publik, nantinya akan menghadirkan sejumlah panelis dari akademisi Universitas Papua (Unipa) Manokwari dan KPU Provinsi Papua Barat.

“Untuk materi pertanyaannya kita akan fokuskan pada visi dan misi paslon mengenai peningkatan kesejahteraan masyarakat, kemajuan daerah, meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,”ujarnya.

Selain itu, kata dia, bagaimana langkah pasangan calon dalam menyelesaikan persoalan daerah, menyerasikan pelaksanaan pembangunan daerah provinsi dengan nasional.

Pilkada Kabupaten Pegunungan Arfak hanya diikuti satu pasang calon yakni pasangan petahana Yosias Saroy dan Marinus Mandacan (Yosmar). Pasangan ini akan melawan Kotak Kosong pada Pilkada serentak pada 9 Desember 2020. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 9 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: