Berita UtamaEKONOMIInforial

Kuartal III 2020, Ekonomi Papua Barat Terkontraksi

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Badan Pusat Statistik (BPS) mengungkapkan perekonomian Provinsi Papua Barat kuartal III 2020 mengalami kontraksi sebesar -3,35 persen (year on year/yoy) jika dibandingkan dengan kuartal III 2019.

“Ekonomi Papua Barat tumbuh negatif 3,35 persen (yoy), nasional juga terkontraksi -3,49 persen (yoy) jadi searah,” kata Kepala BPS Papua Barat Maritje Pattiwaellapia saat menggelar konfresi pers virtual, Kamis (19/11/2020).

Ia melanjutkan, perekonomian Papua Barat berdasarkan Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) atas dasar harga konstan pada kuartal III 2020 hanya Rp15,34 miliar dan PDRB atas dasar harga berlaku Rp20,83 miliar.

“Mengalami penurunan nilai PDRB-nya, sehingga pertumbuhan ekonominya terkontraksi,” terang Maritje.

Dia menjelaskan, kontraksi terjadi hampir semua lapangan usaha. Dari 11 lapangan usaha lainnya, kontraksi terdalam terjadi pada lapangan usaha transportasi dan pergudangan 27,02% diikuti oleh konstruksi sebesar 8,92% dan penyedia jasa akomodasi dan makan minum yang terkontraksi 8,28%. Sedangkan 6 lapangan usaha yang mengalami perbaikan kinerja selama kuartal III 2020 adalah jasa asuransi tumbuh 10,64%, pengadaan listrik dan gas tumbuh 10,23%, informasi dan komunikasi tumbuh 9,91%, jasa kesehatan tumbuh 6,35%, industri pengolahan tumbuh 2,96%, dan pengadaan air tumbuh 0,16%. “Hampir semua lapangan usaha mengalami kontraksi,” ucap dia.

Namun, secara quartal to quartal (q-to-q), sambung Maritje, pertumbuhan ekonomi Papua Barat kuartal III 2020 terhadap kuartal II 2020 justru mengalami peningkatan 2,13 persen (q-to-q) dengan nilai PDRB atas dasar harga konstan kuartal III 2020 mengalami peningkatan dari kuartal II 2020 yang hanya Rp15,02 miliar. Sama halnya juga PDRB atas dasar harga berlaku pada kuartal III 2020 meningkat dari kuartal II 2020 yang hanya Rp20,2 miliar.

Dari sisi lapangan usaha, kata dia, pertumbuhan tertinggi dicapai oleh lapangan usaha jasa keuangan dan asuransi sebesar 9,72%, industri pengolahan 16,12% serta lapangan usaha pengadaan listrik dan gas sebesar 6,05%.

“Kuartal III terhadap kuartal II ini tumbuh positif, dibanding kuartal II terhadap kuartal I tumbuhnya negatif,” terang Maritje.

Ia melanjutkan, pertumbuhan ekonomi Papua Barat secara kumulatif (c-to-c) terhitung dari kuartal I, II dan III tahun 2020 hanya tumbuh sebesar 0,06% jika dibandingkan tahun 2019 lalu periode yang sama. Hal ini dipicu oleh kontraksi yang terjadi pada beberapa komponen pengeluaran seperti ekspor luar negeri 10,97%, konsumsi LNPRT 10,35%, konsumsi pemerintah 7,13% dan komponen Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) 5,16%.

Maritje juga menerangkan, secara total laju pertumbuhan PDRB Provinsi Papua Barat mulai tahun 2014 adalah 5,38%, tahun 2015 turun menjadi 4,15%, kemudian meningkat  menjadi 4,52% pada tahun 2016, kembali turun menjadi 4,02% di tahun 2017, mengalami peningkatan sangat signifikan di tahun 2018 sebesar 6,25%, dan tahun 2019 mengalami kontraksi yang cukup dalam menjadi 2,66%. (PB15)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 19 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.