Laporan Gerakan West Papua Melawan 2019 Diluncurkan

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Sebuah laporan lengkap Gerakan West Papua Melawan 2019 (“Gerakan Melawan”) diluncurkan di London, Inggris, Rabu (30/9/2020).

Laporan sebanyak 115 halaman itu diluncurkan oleh TAPOL sebuah lembaga yang mengkampanyekan HAM  bekerjasama dengan pengacara hak asasi manusia (HAM) Veronica Koman  pada peringatan satu tahun hari terakhir di 2019. Laporan tertulis dilengkapi dengan video pendek.

“Laporan ini diringkas ke dalam ringkasan eksekutif, sebuah kompilasi dari berbagai analisis dan kejadian yang berfokus pada pelanggaran HAM yang dilakukan selama Gerakan Melawan, termasuk rasisme yang menjadi pemicu dan impunitas yang dinikmati oleh para pelaku. Laporan ini menunjukkan bahwa setelah serangkaian peristiwa yang menjadi pemicu, aksi demonstrasi spontan meledak di West Papua. Pihak yang berwenang juga menggunakan berbagai strategi untuk membendung, lalu menumpas aksi massa tersebut,” ujar Veronica Koman dalam pernyataan tertulis yang diterima Papua Barat News, Rabu (30/9/2020).

Selain berbagai isu lainnya, laporan ini memberikan gambaran lebih detail tentang isu rasisme, impunitas, pembunuhan di luar hukum, kebebasan pers, pemadaman internet, pasal makar, penggunaan kekuatan berlebihan terhadap demonstran, dan penggunaan milisi sipil.

“Kesemua isu ini adalah hal-hal yang ditanyakan oleh Komite HAM Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) tentang West Papua, dengan ‘daftar isu sebelum pengiriman laporan berkala kedua Indonesia’ yang dikeluarkan untuk Pemerintah Indonesia pada 2 September 2020. Komite ini adalah sebuah badan ahli yang ditunjuk oleh Kantor Komisioner Tinggi HAM PBB (OHCHR),” paparnya.

TAPOL menerbitkan ringkasan peristiwa pada 19 Agustus 2020 untuk memperingati hari pertama dari setahun Gerakan Melawan. Sejak itu, kami telah membuat beberapa perubahan minor pada laporan ini karena beberapa tahanan politik telah bebas, dan juga karena alasan teknis lainnya. Laporan ini dilengkapi dengan detail informasi mengenai insiden-insiden yang bisa diverifikasi.

TAPOL adalam LSM yang mengkampanyekan Hak Asasi Manusia, Perdamaian dan Demokrasi di Indonesia. Organisasi ini berkantor di Inggris dan bekerja untuk meningkatkan kesadaran terhadap persoalan hak asasi manusia di Indonesia, termasuk di wilayah pertikaian Papua Barat. TAPOL bekerja sama dengan organisasi-organisasi lokal di Indonesia untuk mengadvokasikan kebenaran dan keadilan serta mendorong masyarakat internasional untuk mengambil tindakan. (RLS/PB1)

**Artikel ini Sudah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Kamis 1 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: