Berita Utama

Layanan Imunisasi Dasar Lengkap Anak Berjalan Normal

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Kabupaten Manokwari Marten Rantetampang mengungkapkan, layanan imunisasi dasar lengkap secara rutin bagi balita dan anak-anak di Kabupaten Manokwari selama pandemi Covid-19 tetap berjalan normal.

Imunisasi dasar lengkap untuk usia 0-11 tahun meliputi imunisasi hepatitis B, basillus calmette guerin (BCG) untuk pencegahan TBC, polio, measles rubella (campak dan rubela), dan difteri, pertusis, tetanus (DPT).

“Pelayanannya dilakukan di Puskesmas maupun di Posyandu,” ujarnya kepada Papua Barat News di Manokwari, Kamis (28/1/2021).

Dia menuturkan, pelayanan imunisasi dasar lengkap rutin selama Pandemi Covid-19 dijadwalkan oleh masing-masing Puskesmas dengan tetap menerapkan protokol kesehatan. Pengaturannya disesuaikan dengan jumlah penerima imunisasi pada setiap fasilitas layanan kesehatan baik di Puskesmas maupun Posyandu.

“Karena tenaga kesehatan kami sangat paham dengan teknis penerapan prokes di lapangan,” kata dia.

Dikonfirmasi terkait capaian pemberian imunisasi rutin selama tahun 2020, dirinya mengaku belum memiliki data resmi. Hal itu dikarenakan seluruh data yang sudah dihimpun setiap bulan dari masing-masing Puskesmas hangus terbakar dalam musibah kebakaran yang terjadi beberapa waktu lalu.

“Kami sedang berusaha mengumpulkan kembali data-data yang masih tersimpan di Puskesmas,” jelas Marten.

Dia menjelaskan, selain data dan dokumen penting yang hangus terbakar, instalasi farmasi yang digunakan untuk dosis vaksin imunisasi rutin juga ikut terbakar. Dengan demikian, pihaknya berkoordinasi dengan Instalasi Farmasi milik Dinas Kesehatan Provinsi Papua Barat untuk membantu menyuplai vaksin tersebut kepada layanan kesehatan yang membutuhkan.

“Apabila nanti ada layanan kami yang membutuhkan vaksin, bisa langsung mengambil ke instalasi farmasi provinsi,” terang dia.

Selain itu, pihaknya juga sudah berupaya mendatangkan satu unit cold chain atau rantai dingin dari Mecuan. Cold Chain atau rantai dingin terdiri dari lemari es dan freeze untuk menyimpan vaksin, dan termos (vaksin carrier) untuk membawa vaksin ke tempat pelayanan imunisasi, terutama untuk kegiatan di luar gedung/lapangan.

“Kebetulan mereka punya 2 unit sehingga 1 unit kami tarik ke sini. Nanti kalau suhunya sudah stabil maka kami akan minta vaksin ke instalasi farmasi Provinsi untuk disimpan di sini,” tutup Marten. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 29 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.