Limbah Infeksius dari Fasyankes Selama Pandemi Terus Didata

MANOKWARI, papuabaratnews.co Dinas Lingkungan Hidup (DLH) melalui Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, tengah berupaya mendata limbah infeksius selama pandemi Covid-19 yang dihasilkan oleh fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) di Manokwari.

Kepala Bidang Pengendalian Pencemaran Lingkungan Hidup dan Keanekaragaman Hayati, Yohanes Ada Lebang menjelaskan, guna memaksimalkan pendataan, pihaknya melakukan penambahan indikator fasyankes secara menyeluruh,  dimana sebelumnya data yang diperoleh hanya dari rumah sakit. Lebang mengungkapkan, saat ini pihaknya meningkatkan pendataan untuk apotik dan poliklinik.

“Semua fasilitas pelayanan kesehatan sudah kita maksimalkan, dari poliklinik yang ada sekitar 20-an. Kita coba maksimalkan dan masih menunggu sampai Desember. Kita maksimalkan data sampai Desember,  kita harapkan dua kali selama satu tahun mereka bisa laporkan jumlahnya,” terangnya, Senin (16/11/2020).

“Saya sudah maksimalkan untuk di Desember karena ada penambahan fasyankesnya. Yang dulunya hanya rumah sakit saja, sekarang ada tambahan poliklinik dan apotik termasuk tempat praktek dokter,” lanjut Lebang.

Sementra untuk limbah infeksius bagi yang melakukan isolasi mandiri ditangani langsung oleh pihak Satgas Covid-19 Manokwari.

“Penanganan limbahnya masih tetap sama, protap yang dijalankan oleh teman-teman di kesehatan tetap kita awasi dan harus sesuai prosedur yang ditentukan. Penanganannya langsung oleh pihak Satgas. Kita kolaborasi untuk menangani limbah,” sebutnya.

Ada empat incenerator yang terkonfirmasi melakukan pembakaran sampai saat ini yakni RSUD Manokwari, RSUD provinsi, DMC dan RSAL.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 17 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: