Berita Utama

Logistik Pilkada Segera Didistribusikan ke TPS

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Manokwari akan segera mendistribusikan kebutuhan logistik Pilkada Manokwari tahun 2020 ke distrik-distrik untuk selanjutnya diteruskan hingga ke tingkat kampung dan Tempat Pemungutan Suara (TPS).

“Rencananya pendistribusian kotak suara beserta surat suara ke seluruh penyelenggara tingkat bawah paling lambat 6 Desember 2020,” ujar Komisioner KPU Manokwari Aplena Rumaikeuw kepada awak media di Manokwari, Rabu (2/12/2020).

Sedangkan perlengkapan atau logistik lainnya dan Alat Pelindung Diri (APD) bagi para penyelenggara sudah mulai disalurkan. Sementara tahapan penyortiran dan pengepakan surat suara sudah 90 persen.

“Paling lambat H-3 seluruh logistik sudah kami distribusikan,” tambah Aplena.

Dirinya menyebutkan, dalam proses penyortiran surat suara, pihaknya menemukan adanya surat suara yang rusak. Salah satunya tidak ada gambar pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati yang bertarung.

“Itu sudah langsung kami pisahkan pada waktu pelipatan,” lanjut dia.

Pihaknya saat ini sedang berupaya menghitung jumlah surat suara yang rusak agar tidak kurang dari ketentuan sebagaimana diatur dalam regulasi yaitu sesuai dengan jumlah DPT yang ada ditambah 2,5 persen.

“Apabila terdapat kekurangan, maka akan dilaporkan kepada pimpinan dan juga Bawaslu sebagai pengawas,” katanya.

Aplena menambahkan, selain penyortiran dan pendistribusian logistik Pilkada, kegiatan teknis lain yang sedang dilakukan oleh KPU sebagai bentuk persiapan pelaksanaan Pilkada adalah Bimbingan Teknis (Bimtek) kepada KPPS. Bimtek tersebut menitikberatkan pada persiapan penggunaan aplikasi Sirekap dalam proses penghitungan suara nanti.

“Di Bimtek ini kami lebih menstressing dan mengoptimalkan pemahaman penyelenggara tentang penggunaan Sirekap,” terang dia.

Dikatakan, ada dua metode Sirekap yang digunakan oleh KPU dalam proses penghitungan suara Pilkada kali ini. Kedua metode itu adalah Sirekap Online dan Sirekap Offline. Dimana, kedua metode tersebut memiliki aplikasi tersendiri.

“Jadi bagi daerah yang jaringan internet tidak baik, bisa menggunakan aplikasi Sirekap Offline. Itulah sebabnya kami lakukan Bimtek,” pungkas Aplena. (PB25)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 3 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.