Berita UtamaInforial

Mahasiswa Papua Barat di Luar Negeri Wajib Mengabdi

MANOKWARI, papuabaratnews.coPemerintah Provinsi Provinsi Papua Barat melalui Dinas Pendidikan mendorong terbitnya regulasi terkait penempatan kembali mahasiswa yang kuliah di luar negeri. Regulasi tersebut untuk memberi kepastian hukum bagi seluruh lulusan luar negeri agar kembali dan mengabdi ke Papua Barat.

Kepala Bidang Tenaga Pendidikan dan Penyelenggara Tugas Pembantuan Dinas Pendidikan Papua Barat Sudjati Kamat mengatakan, regulasi itu sedang dibahas bersama dengan Biro Hukum Setda Papua Barat.

Sehingga, mahasiswa asal Papua Barat yang menimba ilmu pendidikan di Belanda, Selandia Baru dan Australia wajib berkontribusi untuk daerah asal.

“Mereka wajib kembali karena mereka dikirim sesuai kebutuhan daerah bukan sesuai keinginan mereka sendiri,” ujarnya saat dikonfirmasi Papua Barat News di Manokwari, Rabu (27/1/2021).

Ia menyebutkan draf regulasi yang mengatur tentang penempatan dan penugasan mahasiswa lulusan luar negeri sudah diserahkan ke Biro Hukum. Diharapkan dengan selesainya pembahasan oleh Biro Hukum, maka  selanjutnya didorong menjadi peraturan daerah.

“Wajib mengabdi kembali karena biaya pendidikan mereka sangat tinggi sekali,” terangnya.

Sudjanti menambahkan, mekanisme penempatan mahasiswa lulusan luar negeri dapat menggunakan sistem kontrak kerjasama. Di dalam produk regulasi tersebut mencantumkan nilai kontrak serta penempatan seseorang sesuai bidang keahlian masing-masing.

Untuk itu, lulusan luar negeri harus mampu menjawab kebutuhan daerah terkait kualifikasi sumber daya manusia di beberapa bidang krusial seperti, dokter, teknisi, enviroment (energi terbarukan) dan tenaga medis sekaligus ahli peralatan rumah sakit.

“Keilmuan mereka sangat dibutuhkan di daerah,” tegasnya.

Ia menerangkan bahwa, produk hukum yang kuhusus mengatur tentang mahasiswa lulusan luar negeri memberikan kepastian bagi mahasiswa setelah menyelesaikan perkuliahaan.

Ia mengakui banyak lulusan luar negeri asal Papua Barat tidak kembali dan memilih bekerja di luar dari Papua Barat. Atas dasar persoalan tersebut maka, Dinas Pendidikan Papua Barat mendorong terbitnya regulasi daerah tentang mahasiswa luar negeri.

“Regulasi ini diharapkan ke depan menjamin dan memberikan kepastian untuk lulusan luar negeri kembali ke Papua Barat,” pungkasnya. (PB22)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 29 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.