Berita Utama

Mahfud MD: MK Cari Pembocor Informasi ke Denny Indrayana

JAKARTA – Kepolisian Negara Republik Indonesia disebut akan mempelajari soal kemungkinan kebocoran rahasia negara dari pernyataan mantan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Denny Indrayana terkait uji materi sistem pemilu di Mahkamah Konstitusi atau MK. Tak hanya itu, MK dikabarkan telah mengambil tindakan dengan mencari orang yang memberitahukan Denny bahwa MK telah mengambil putusan meski faktanya rapat permusyawaratan hakim pun belum digelar.

Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum, dan Keamanan Mahfud MD di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (29/5/2023), kembali menyampaikan bahwa pernyataan Denny soal putusan uji materi sistem pemilu memenuhi syarat untuk direspons oleh polisi. Pernyataan Denny tersebut menunjukkan bahwa ada yang membocorkan putusan hakim sebelum hakim membacakannya. Padahal, putusan hakim sebelum dibacakan, termasuk kategori rahasia.

Terlebih, kabar yang disampaikan Denny keliru. Pasalnya, hingga kini belum ada rapat permusyawaratan hakim untuk membahas putusan uji materi sistem pemilu. Bahkan, informasi yang disampaikan MK kepada Mahfud, tahapan sidang uji materi baru sampai kesimpulan akhir dari setiap pihak yang berperkara yang akan disampaikan ke MK, 31 Mei 2023.

”Besok tanggal 31 (Mei), sesudah itu dijadwalkan sidang untuk mengambil kesimpulkan sehingga kalau dikatakan ada info A1, info A1 biasanya kalau ilmu intelijen biasanya yang paling terpercaya kalau info A1, tuh, dari siapa dan sebagainya itu. MK-nya sendiri kredibilitasnya rusak kalau ada orang dalam bercerita sesuatu, apalagi tidak benar, yang benar saja tidak boleh diceritakan,” ujarnya.

Seperti diketahui, Denny Indrayana melalui akun media sosial miliknya menyebarkan kabar bahwa dirinya menerima informasi bahwa MK akan mengembalikan sistem pemilu legislatif proporsional terbuka menjadi tertutup. Komposisi putusan adalah enam hakim konstitusi berbanding tiga hakim konstitusi yang berbeda pendapat. Ia menambahkan, sumber anonim ini dapat dipercaya kredibilitasnya. Namun, pemberi informasi bukanlah hakim konstitusi.

Mahfud melanjutkan, pernyataan Denny itu sempat pula disinggung saat dirinya bertemu Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam rapat koordinasi membahas penyelenggaraan Pemilu 2024 sebelum Mahfud ke Istana.

”Pas tadi saya bersama dengan Pak Sigit dan Pak Panglima, di Hotel Westin memang ditanyakan, Pak itu orang mau lapor soal itu kebocoran rahasia mau lapor bagaimana Pak?” ujarnya.

Atas pertanyaan itu, Kapolri menyampaikan, pihaknya akan mempelajarinya terlebih dahulu. ”MK sendiri sudah mengambil tindakan ke dalam yang tadi diberitahukan kepada saya. Pak, kita akan cari siapa orang dalam (MK) yang berbicara begitu ke Pak Denny,” ujar Mahfud yang berharap situasi tidak semakin panas. (KOM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.