Berita Utama

Manokwari Dapat Tambahan Kuota Penerima Bantuan Tangan Kasih

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kabupaten Manokwari mendapat tambahan kuota baru penerima bantuan Covid-19 program tangan kasih Papua Barat sebanyak 5.000 orang.

Kepala Bidang Penempatan dan Pelatihan Tenaga Kerja Disnakertrans Manokwari, Mukrianto mengungkapkan, saat ini pihaknya telah mempersiapkan data dan akan segera diserahkan ke provinsi.

“Untuk selanjutnya kita menunggu petunjuk dari provinsi kapan akan diproses, tugas kami menyiapkan data. Bantuan untuk data baru sesuai dengan surat Sekda Papua Barat Manokwari diberikan jatah 5.000 orang, diluar tahap I dan tahap II,” ungkapnya saat ditemui di ruang kerjanya belum lama ini.

Dia menjelaskan, data yang ada kini belum mencapai kuota yang diberikan. Namun kata Mukri, dari provinsi juga melakukan pendataan, namun hingga kini belum di serahkan.

Ia berharap bantuan tersebut dapat tersalurkan saat Natal. Namun, lanjut Mukri, untuk memfix-kan data butuh proses dan tahapan validasi data. Tujuannya agar tidak terjadi pendobelan dalam menerima bantuan.

“Yang sudah menerima bantuan serupa di tahap sebelumnya, maupun yang telah menerima PKH dan BLT tidak menerima lagi,” jelasnya.

Dikatakan, verifikasi membutuhkan waktu yang cukup panjang. Dimana pada tahap I membutuhkan waktu sekitar tiga bulan.

“Kalau data ini sudah fix dan sudah diterbitkan SK gubernur, maka akan dibagi ke tiga bank untuk selanjutnya dilakukan proses pembukaan rekening dan transfer dana penyaluran,” jelasnya.

“Kita belum bisa memastikan, tergantung kesiapan pihak provinsi maupun pihak bank. Kami berharap diakhir tahun ini, tetapi jika tidak bisa kemungkinan di tahun depan baru bisa terealisasikan,” kata dia menambahkan.

Lebih lanjut, beberapa waktu lalu sudah dilakukan penyerahan secara simbolis dari Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan kepada perwakilan penerima bantuan. Dimana pada tahap I penerima sebanyak 4.332 orang, kemudian dilanjutkan untuk tahap II tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit yakni 4.175 orang.

Mukri menjelaskan, berkurangnya jumlah penerima tahap I dan tahap II dikarenakan ada beberapa nama yang dikeluarkan, salah satunya penerima yang telah meninggal dunia, penerima yang NIKnya invalid.

“Itu yang menyebabkan mengapa jumlah penerima bantuan tahap I dan II berbeda. Tetapi bantuan yang saat ini sedang diproses penyalurannya adalah bantuan tahap II,” tutupnya. (PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Senin 21 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.