Berita Utama

Manokwari Siap Ekspor Kepiting ke Singapura

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Beberapa UMKM Manokwari yang terbentuk dalam sebuah koperasi binaan Bea Cukai dalam waktu dekat siap mengekspor hasil laut berupa 120 Kg kepiting ke Singapura.

Kepala Bea Cukai Manokwari, Johan Pandores mengatakan, Kegiatan ekspor kepiting tersebut rencananya akan dilaunching pada minggu depan. Saat ini prosesnya telah ada pada posisi tahap final oleh tim Karantina Ikan, yang UPTnya masih masuk di wilayah Sorong.

“Semoga hari ini seluruh proses karantina selesai, karena ada beberapa kendala yakni proses mendapatkan sertifikasi karantina yang diperlukan di Singapura nanti, contoh kepiting ini juga harus diuji ke Makassar karena laboratoriumnya ada di Makassar,” terangnya saat ditemui Papua barat News di ruang kerjanya, kamis (15/10/2020).

“Jika dalam minggu ini persyaratan administratifnya selesai, selanjutnya kita akan lakukan ekspor perdana minggu depan berupa kepiting dari Manokwari,” sambungnya.

Dikatakan Johan, jumlah yang akan diekspor pada minggu depan merupakan pemula atau sebagai pintu masuk ekspor. Katanya, jangankan 120 Kg, lima Kg pun tidak masalah, karena pihaknya ingin merintis jalan dulu. Dengan begitu maka kedepan jalan sudah terbuka lebar dan potensi ekspor menjadi lebih besar.

“Semacam tes komoditas, jadi kami menggunakan 120 Kg untuk menuju ke Singapura. Jika berjalan lancar pasti selanjutnya akan berkembang,”ujarnya.

Kedepan produk perikanan lainnya juga mempunyai potensi ekspor, begitu halnya dengan produk kelautan, pertanian dan perkebunan. Dimana semboyan kami UMKM Lepas Landas Bersama Kitong Bisa.

“Potensinya besar, supply komoditasnya juga banyak, pasarnya ada, hanya jalannya saja yang belum bisa dilewati. Jika ini berhasil maka semua akan melihat bahwa ternyata Manokwari juga bisa. Semboyan kami UMKM Lepas Landas Bersama Kitong Bisa. Kedepan produk perikanan lainnya juga mempunyai potensi ekspor, begitu halnya dengan produk kelautan, pertanian dan perkebunan,” katanya.

Dikatakan, fasilitas transportasi melalui jalur udara (penerbangan) menjadi salah satu kendala yang dihadapi. Diketahui bahwa saat ini hanya ada satu cargo yang dapat mengirim kepiting untuk tujuan Jakarta.

“Untuk penerbangan pengangkutan cargo kepiting hidup hanya ada satu cargo yang bisa membawa kepiting. Untuk ekspor perdana ini nanti transitnya melalui Jakarta  lalu selanjutnya ke Singapura, tetapi data ekspornya dari Manokwari. Kedepan kita akan coba transit ke Makassar supaya lebih efisien. Biayanya ditanggung oleh koperasi, tetapi kami tidak menarik biaya apapun untuk ekspornya. Mungkin biaya yang muncul adalah biaya cargo, pengepakan,” tukas Johan.

Datangkan PAD

Dengan adanya kegiatan ekspor di Manokwari, selain mendapat alokasi dana ekspor,  juga dapat mendatangkan PAD yang cukup besar. Jika Manokwari bisa melakukan ekspor maka ada dana alokasi ekspor yang akan kembali ke Pemda Manokwari. Menurutnya hal tersebut telah direspon baik oleh instansi terkait dalam hal ini disperindagkop dan UKM Manokwari.

“Kita sadar bahwa masa pandemi ini semuanya serba sulit, gigihnya teman-teman di UMKM ini yang kita jaga. Jangan sampai terimbas dengan kondisi seperti ini. Kita dorong dan fasilitasi,” sebut Johan.

Potensi Ekspor Cukup Besar

Johan mengungkapkan, beberapa komoditi di Manokwari memiliki potensi besar untuk ekspor, salah satunya komoditas hasil laut. Bea Cukai saat ini konsen dibidang ekspor. Untuk itu pihaknya berkomitmen agar harus ada ekspor dari Manokwari.

“Presiden juga telah menekankan untuk menggenjot ekspor melalui Menteri Keuangan. Bea cukai harus mampu melihat potensi sekitarnya,” terangnya.

Agar membuat koperasi tersebut dapat menembus pasar manca negara kata Johan, pihaknya terus melakukan pengawalan secara intens, baik dari perijinannya, infrastruktur serta komoditasnya.

“Dimana letak kendalanya disitu kami harus masuk. Kami mendampingi setiap step perjalanan menuju ekspor,” jelasnya.

Ia menjelaskan, kepiting Papua cukup terkenal di dunia kuliner manca negara dan ekspor kepiting juga kerap dilakukan. Sayangnya proses ekspor tidak sepenuhnya dilakukan oleh pengusaha kepiting Manokwari, melainkan dari daerah lain sehingga Pemda Manokwati tidak mendapat sebagian alokasi dana ekspor tersebut.

“Selama ini belum ada ekspor tetapi barangnya (kepiting) ada di Singapura, mereka tahu bahwa ekspor tersebut dari Jakarta, padahal itu dari Manokwari. Sehingga Manokwari tidak akan mendapatkan dana alokasi ekspornya. Kepiting Papua dan Papua barat sangat terkenal di luar negeri,” bebernya.

Untuk diketahui, kepiting tersebut adalah kepiting dari Bintuni yang telah ditangkarkan oleh koperasi ditempat penangkaran yang berada di seputaran pantai Maripi Distrik Manokwari Selatan. (PB19)

**Artikel ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 16 Oktober 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.