Berita Utama

Mansel Tidak Laksanakan Tes Cepat Massal

MANSEL, papuabaratnews.co — Sekretaris Daerah Mansel, Hengky Tewu menegaskan, Pemerintah Kabupaten setempat tidak akan melakukan tes cepat massal. Menurutnya, pihaknya lebih fokus pada tracing kasus Covid-19.

“Kita harus tetap fokus ke tracing kasus. Dari kasus-kasus yang positif, tracing dari kontak erat itu yang lebih penting daripada langsung massal (rapid test, red),” kata Tewu di Ransiki, Rabu (2/12/2020).

Dia menilai, rapid test massal bukan opsi utama yang harus dilakukan. Hal ini menurut dia, tak akan sebanding dengan usaha yang harus dilaksanakan.

“Kalau langsung massal, sedikit sekali kemungkinan manfaat dibandingkan dengan usaha yang harus dilakukan. Karena kalau kita ambil empat ribu penduduk, sudah kesulitan sendiri menyiapkan empat ribu rapid test. Kita sekarang tracing saja. Jadi kalau ada yang positif, kita kejar orang-orang dekatnya,” ujarnya.

Dia menerangkan, saat ini kasus Covid-19 di Mansel mulai melandai. Dari 42 kasus terkonfirmasi, hanya tersisa tujuh yang aktif.

“Kita kasus terkonfirmasi 42. Sebagian tiga minggu terakhir ini di Oransbari. Dari 42 tinggal tujuh yang aktif. Jadi 35 sudah negatif,” ungkapnya.

“Paling banyak memang dari kluster penjualan sembako yang lalu. Distrik Neney, Tahota dan Isim hingga kini belum ada kasus,” sambungnya. (PB24)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Jumat 4 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.