Manuver Golkar Menggaet Emil

JAKARTA – Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto menegaskan bahwa posisi Muhammad, Gubernur Jawa Barat, akan menambah amunisi partainya. Ia pun semakin optimistis menghadapi pemilihan presiden dan pemilihan legislatif 2024 mendatang dengan bergabungnya Emil—demikian Ridwan Kamil kerap disapa—ke partai berlambang beringin itu. “Jadi, kalau dengan tambah pemain, Golkar optimistis,” kata Airlangga di kantor DPP Partai Golkar, Jalan Anggrek Neli Murni, Kemanggisan, Jakarta Barat, Rabu (18/1/2023).

Ia pun memastikan akan memberikan kesempatan kepada Emil di Golkar. “Dengan masuknya Ridwan Kamil, membuktikan bahwa siapa yang mau masuk Golkar, akan kami beri kesempatan,” ujar Airlangga.

Meski sebagai anggota baru, Emil mendapat posisi penting di Golkar, yaitu Wakil Ketua Umum Bidang Penggalangan Pemilih dan Concern pada Badan Pemenangan Pemilu DPP Golkar. Emil juga ditugaskan untuk menggalang pemilih di Jawa Barat. Airlangga menyebutkan Emil merupakan figur yang memenuhi kriteria partai, yaitu bekerja untuk kesejahteraan rakyat.

Adapun Emil beralasan bahwa dirinya bergabung ke Golkar karena partai itu berideologi Pancasila, konsisten dengan upaya pembangunan, serta bersifat progresif yang serupa dengan pribadinya. “Golkar itu saya banget. Saya orangnya enggak bisa diam, inginnya membangun, membereskan, dan meluruskan,” kata Emil saat konferensi pers di kantor DPP Golkar.

Pertimbangan lainnya, kata Emil, adalah faktor kedekatan dirinya dengan Airlangga. Sebelum memilih bergabung ke Golkar, Emil sudah berkomunikasi dengan Airlangga sejak Menteri Koordinator Perekonomian itu ditunjuk sebagai Ketua Komite Penanganan Covid-19 dan Pemulihan Ekonomi Nasional (KPC-PEN) pada Juni 2020. “Waktu saya kena musibah, beliau (Airlangga) hadir lebih dari sekali dan menyampaikan simpati. Itu kemanusiawian, sangat saya apresiasi,” kata Emil.

Rencana Lama Menakar Kubu Sebelah

Agenda Emil bergabung ke Golkar ini sesungguhnya sudah menggelinding sejak Oktober tahun lalu. Seorang politikus Golkar bercerita, salah satu pertimbangan mendekati Emil adalah ia masuk kalkulasi kandidat potensial calon wakil presiden.

Ia menjelaskan, nama Emil masuk radar karena melihat peta pemilihan presiden terbaru, yakni ada dua nama yang sangat berpeluang sebagai calon presiden: Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan mantan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. NasDem sudah mendeklarasikan Anies sebagai calon presiden pada 3 Oktober 2022. Sedangkan Ganjar disebut-sebut disokong Istana dan akan diusung lewat Koalisi Indonesia Bersatu—gabungan Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional—selain karena namanya menguat di lingkup internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.

Di kubu Anies, kata politikus Golkar ini, muncul rencana menduetkan mantan Menteri Pendidikan itu dengan Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa. Khofifah dianggap bisa memenangi suara di Jawa Timur, yang merupakan daerah dengan jumlah pemilih terbanyak kedua setelah Jawa Barat.

Dari prediksi tersebut, kata sumber ini, Ganjar bisa menandingi Anies-Khofifah ketika berpasangan dengan Emil. Namun Emil sulit diusung lewat Golkar karena mantan Wali Kota Bandung itu bukan kader partai beringin. Selain itu, Golkar sudah memutuskan mengusung Airlangga.

Namun, kata dia, posisi Golkar untuk menyodorkan Airlangga sebagai pendamping Ganjar cukup sulit. Sebab, elektabilitas Airlangga masih relatif rendah. Karena itu, muncul opsi lain, yaitu menyodorkan Emil sebagai calon wakil presiden asalkan menjadi kader Golkar.

Seorang politikus Golkar lainnya yang dimintai konfirmasi membenarkan soal skenario tersebut. “Semua kemungkinan masih bisa terjadi,” kata dia.

Ketua DPP Golkar Ace Hasan Syadzily, yang dimintai konfirmasi, mengatakan Golkar hingga saat ini konsisten dengan musyawarah nasional partainya yang memutuskan mengusung Airlangga sebagai calon presiden. “Soal Ridwan Kamil disiapkan sebagai alternatif jika Pak Airlangga menolak maju, saya rasa pertanyaannya itu terlalu jauh,” ujar Ketua DPD Golkar Jawa Barat itu.

Adapun Airlangga Hartarto menjawab diplomatis ihwal peluang Emil tersebut. Ia mengatakan akan mendiskusikannya dengan Koalisi Indonesia Bersatu (KIB). “Masuknya Kang Emil ini kami akan diskusikan dulu. Nanti kami akan undang partai lain,” kata Airlangga.

Emil pernah memberi sinyal siap menjadi calon wakil presiden pada Oktober 2022. Saat itu Emil tengah didekati sejumlah elite Golkar, termasuk Ace, agar bergabung ke partai beringin tersebut. “Saya sudah dua kali ikut pilkada. Jadi, apa pun takdirnya, harus siap (calon wakil presiden), termasuk siap jika tidak jadi,” kata Emil dalam acara Demi Indonesia di Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2022.

Namun jawaban berbeda disampaikan Emil setelah bergabung ke Golkar. Rabu (18/1), ia menegaskan akan patuh pada keputusan partai. Alumni Institut Teknologi Bandung ini mengatakan akan berkonsentrasi mendulang suara Golkar di Jawa Barat. “Golkar sudah jelas memutuskan mengusung Pak Airlangga di pilpres,” ucap Emil.

Selain di Golkar, nama Emil pernah menguat di Partai Amanat Nasional. Ketua DPP PAN Bima Arya Sugiarto mengatakan partainya sangat memperhitungkan nama Ganjar dan Emil dalam pemilihan presiden mendatang. PAN juga sedang mempertimbangkan menyodorkan pasangan Ganjar-Emil ke Koalisi Indonesia Bersatu.

Menurut Bima, PAN mempertimbangkan Ganjar dan Emil karena keduanya berada di peringkat empat besar hasil survei elektabilitas sejumlah lembaga. Dua nama lainnya di peringkat empat besar adalah Anies dan Ketua Umum Partai Gerindra Probowo Subianto, yang masing-masing sudah diusung NasDem serta Gerindra sebagai calon presiden.

“Jadi, sangat wajar jika PAN sangat menghitung dua nama (Ganjar dan Emil) ini untuk dibicarakan di KIB,” kata Bima dalam acara Demi Indonesia di Jakarta, Sabtu, 29 Oktober 2022. Ia juga mengaku sudah membuka keran komunikasi informal dengan Ganjar ataupun Emil. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: