Berita Utama

Masih Banyak Kampung Belum Menikmati Jaringan Internet

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Hingga saat ini masih banyak kampung di Kabupaten Manokwari belum bisa mengakses jaringan internet, bahkan jaringan seluler biasa pun masih belum di nikmati sebagain masyarakat di kampung-kampung.

(Plt) Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Kampung (DPMK) Manokwari, Jeffry Sahuburua menuturkan, Kementerian kominfo melalui Dinas Persandian dan Kominfo Manokwari telah meminta data nama-nama kampung yang belum mendapat layanan jaringan seluler maupun internet kepada pihaknya.

“Kita sudah masukkan data kampung-kampung yang sama sekali belum ada jaringan,” tuturnya, Senin (25/1/2021).

Dikatakan, tahun lalu pihaknya telah mengkoordinasikannya dengan Kominfo, dan saat ini telah terbangun (tower) di Kampung Warnyeti, Distrik Tanah Rubuh khusus untuk layanan internet.

Ia berharap kedepan semua kampung bisa terlayani, mengingat saat ini banyak aplikasi online yang digunakan oleh kampung salah satunya Siskeudes dan aplikasi lainnya.

“Kita berharap 164 kampung yang ada bisa terjangkau semua, supaya aman dan bisa bekerja,” harap Jeffry.

Terpisah, Kepala Dinas Persandia dan Kominfo Manokwari, Bondan Santoso sebelumnya juga menjelaskan, pihknya telah mengajukan ke Kementerian Kominfo setiap tahunnya tahunnya terkait permintaan penambahan tower Base Transceiver Station (BTS) Merah Putih. Namun, pasalnya yang diutamakan oleh Kominfo adalah daerah 3T dan Manokwari belum termasuk daerah 3T.

Permintaan penambahan tower tersebut bertujuan untuk menghilangkan balnkspot pada semua kampung di Manokwari. Sehingga semua kampung dapat terlayani jaringan seluler. Mengingat semua desa atau kampung pada tahun 2023 mendatang sudah harus terlayani oleh internet dan seluler, berdasarkan instruksi presiden.

“Itu yang kita kedepankan mengacu pada instruksi presiden,” terang Bondan saat ditemui beberapa waktu lalu.

Instruksi tersebut ditindaklanjuti oleh Kementerian Kominfo dalam bentuk pembangunan tower-tower BTS Merah Putih yang terbentang diseluruh kampung atau desa. Walaupun secara bertahap, namun pasti akan berdiri (terbangun) semua guna menjangkau semua kampung.

Dikatakan Bondan, pada tahun 2020 lalu Kabupaten Manokwari difasilitasi oleh Kominfo melalui rekanannya terkait penggunaan tower di Kampung Meyes Distrik Manokwari Utara, untuk menjangkau beberapa kampung diwilayah itu.

Adapun bentangan buangan sinyalnya yakni sepanjang 5 Kilometer (Km). Untuk tahun ini pihaknya masih meminta kepada Kominfo agar bisa membantu dalam bentuk yang sama yakni tower BTS Merah Putih untuk bisa melayani layanan seluler dan internet di wilayah Kabupaten Manokwari.

Lanjut Bondan, berdasarkan laporan dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung, sekitar 70 kampung belum terakses oleh jaringan seluler.

“Itu berdasarkan laporan dari masyarakat yang berdomisili. Tetapi secara bentangan buangan sinyal tidak perlu satu kampung satu tower, bisa untuk tiga kampung satu tower,” ungkapnya.

70 kampung itu belum terakses jaringan seluler. Sedangkan untuk layanan internetnya ada beberapa kampung yang sudah dibangun tahun lalu, yakni layanan akses Bhakti internet hanya sekitar 12 titik termasuk sekolah di tujuh kampung dari total 70 kampung.

“Akses internet berbeda dengan tower BTS Merah Putih yang khusus untuk seluler dan 4G. Tetapi untuk program Bhakti Aksi untuk program internet desa dan sekolah itu bisa diakses secara gratis,” sebut Bondan.

Sebagian kampung tersebut terdapat di Distrik Manokwari Utara, Tanah Rubuh, Sidey dan sebagian kecil di Masni dan blankspot terbanyak ada di Distrik Sidey, Manokwari Utara dan Tanah Rubuh.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 26 Januari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.