Berita Utama

Masyarakat Diimbau Tidak Sepelekan Covid-19

MANOKWARI, papuabaratnews.co Pjs. Bupati Manokwari, Robert R. A Rumbekwan mengimbau masyarakat agar tidak menganggap remeh Covid-19, karena di Manokwari Covid-19 di Manokwari belum menunjukan penurunan kasus. Dimana berdasarkan data per tanggal 4 November 2020 sebanyak 918 kasus positif, yang sembuh 676 dan meninggal dunia 17 orang. Untuk itu masyarakat harus disiplin menjalankan protokol kesehatan.

Menurutnya, peningkatan jumlah kasus positif dan kematian tersebut mengakibatkan beberapa nakes mulai terselimuti rasa ketakutan. Kemudian, beberapa tenaga medis juga turut terpapar Covid-19, mengakibatkan jumlah tenaga medis semakin menurun.

“Sudah diambang batas, sudah mulai terseleksi. Kemampuan kita sudah semakin menurun, tidak ada semangat lagi. Akibat dari beberapa teman kita yang sudah terpapar dan meninggal, itu menimbulkan ketakutan dan tidak bisa bekerja seperti biasanya,” ungkapnya, Rabu (4/11/2020).

“Mau dipaksa juga susah, terutama mereka yang berada di garda terdepan. Mereka semakin hari semakin terseleksi, satu per satu terpapar dan mulai berkurang,” lanjutnya.

Ia mengatakan kondisi Manokwari saat ini berada pada zona merah dan mendekati zona hitam penyebaran Covid-19.

“Kita tahu mau menekan ini dimana sementara dalam kota sebagian besar sudah terpapar. Kita tidak tahu dimana yang bisa kita tekan sehingga bisa berkurang,” ujarnya.

Kurangi Aktivitas di Luar

Rumbekwan menegaskan, jika tidak ada keperluan yang terlalu mendesak, maka di anjurkan untuk  tetap di rumah. Senjata utama dalam memerangi covid-19 adalah dengan disiplin menjalankan protokol kesehatan.

“Kembali kepada diri sendiri. Jika imunitas kita kuat maka akan bertahan dengan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan. Tetapi jika masih menganggap enteng ya terserah, resiko ada pada kita sendiri,” tegasnya.

Selain itu, ia mengatakan bahwa ada isu yang santer terdengar bahwa Covid-19 merupakan permainan (proyek) para tenaga medis. Ia menegaskan, isu tersebut tidak benar dan hanyalah sebatas isu miring yang tidak dapat dipertanggung jawabkan. Ia juga meminta masyarakat untuk tidak mudah terpengaruh isu-isu yang belum jelas kebenarannya.

“Sebagian menganggap ini bukan penyakit, ada stigma di luar bahwa ini proyek yang sedang dimainkan oleh para tenaga medis. Isu-isu miring tersebut yang membuat orang semakin percaya bahwa itu yang benar dan penyakit ini tidak benar. Untuk itu ketika ada yang meninggal, semua mengatakan bahwa itu bukan meninggal karena covid dan harus dirubah hasilnya. Tetapi jika hasil sudah menyatakan positif, kita mau bilang apa,” jelasnya.

“Repot dan ribet menangani urusan satu ini (Covid-19). Orang trauma dengan penyakit ini tetapi perilakunya tidak mau berubah,” pungkas Rumbekwan.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 5 November 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.