Berita Utama

Masyarakat Sururei Harapkan Dukungan Pembangunan Gereja GPKI

MANOKWARI, PB News – Masyarakat dan umat GPKI di wilayah Sururei, Kabupaten Pegunungan Arfak (Pegaf) sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak dalam upaya pembangunan gedung gereja GPKI di Sururei yang saat ini sedang dibangun.

Ketua Panitia pembangunan gereja GPKI Sururei Tobias Saiba mengatakan, saat ini pembangunan gedung gereja tersebut sudah sampai di tahapan fondasi. Bangunan gedung dengan ukuran 46 x 26 meter tersebut sudah mulai direncanakan pada awal tahun 2020 yang lalu. Akan tetapi, pembangunan fisiknya baru dapat direalisasikan pada akhir tahun 2020.

“Jadi fisiknya baru mulai dibangun pada November tahun kemarin,” ujarnya ketika ditemui Papua Barat News di Sururei, Minggu (3/1/2020).

Tobias mengatakan, rencana pembangunan gedung Gereja tersebut bermula dari inisiatif jemaat GPKI Sururei untuk membangkitkan kembali sejarah perkabaran Injil di wilayah Pegunungan Arfak oleh para Misionaris Amerika dan tokoh-tokoh Arfak. Gereja tersebut nantinya akan menjadi gereja induk bagi 17 Sidang Jemaat GPKI di seluruh wilayah Arfak.

“Kami sangat mengharapkan dukungan dari semua pihak terhadap pembangunan gedung gereja ini ke depannya,” kata Tobias yang juga Kepala Suku Sou Arfak ini.

Dirinya menuturkan, penyampaian dukungan tersebut sudah disampaikan kepada Kepada Pemerintah baik Provinsi maupun Kabupaten yang berada di wilayah Arfak. Kabupaten-kabupaten tersebut meliputi Manokwari, Manokwari Selatan, Pegunungan Arfak dan Teluk Bintuni.

Permintaan dukungan juga sudah disampaikan kepada sejumlah tokoh Arfak pada peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Perkabaran Injil di Pegunungan Arfak yang berpusat di Sururei pada 5 November 2020 yang lalu. Kegiatan tersebut juga dihadiri langsung oleh Gubernur Papua Barat, Ketua DPR Papua Barat, Mantan Pjs Bupati Manokwari, Ketua DPRD Manokwari Selatan dan sejumlah tokoh lainnya.

“Kami sudah menyampaikan permohonan dukungan ini secara langsung. Selanjutnya, kami juga meminta dukungan dari seluruh komponen suku Arfak dalam pembangunan selanjutnya,” tutup dia. (PB25)

[Berita ini telah terbit di harian Papua Barat News edisi Selasa 5 Januari 2021]

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.