Mau Jadi PNS, 1.283 Honorer Papua Barat Wajib Ikut Seleksi

MANOKWARI, PB News – Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PAN-RB) Asman Abnur memastikan tidak ada lagi pengangkatan langsung tenaga honorer di pemerintahan menjadi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS).

Menurutnya, bagi honorer yang ingin terangkat statusnya, dipersilakan mengikuti rangkaian tes pada proses seleksi. Baik yang sudah jadi honorer bertahun-tahun, tetap harus ikut aturan.

“Pemerintah berencana membuka seleksi CPNS untuk berbagai formasi tahun ini, tapi tidak ada lagi yang bisa langsung jadi CPNS, tanpa seleksi. Hal itu karena undang-undang tidak lagi membenarkan adanya perekrutan CPNS tanpa tes,” ujar Asman di Makassar, Kamis (3/5).

Asman menambahkan, pemerintah ingin PNS menjadi jabatan yang berdasarkan kompetensi. Orang yang mengisinya, kata dia, mesti orang yang mau bekerja secara profesional serta punya kompetensi yang pas di bidangnya.

Asman juga menjamin transparansi dalam rekrutmen CPNS. Mereka yang lulus dipastikan betul-betul berdasarkan kompetensi, sesuai tes. Menurutnya, era keterbukaan membuat tidak ada lagi orang yang lulus seleksi berdasarkan rekomendasi pejabat tertentu.

“Bupati, gubernur, termasuk menteri pun tidak bisa bantu jadi CPNS sekarang. Yang bisa membantunya adalah kemampuan individunya. Ada tesnya, ada soal-soalnya,” lanjut Asman.

Keputusan Menpan-RB itulah yang juga disampaikan Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan saat bertatap muka dengan 1.283 tenaga honorer di lingkungan Pemprov Papua Barat di Aditorium PKK Papua Barat, Kamis (31/5).

“Saya sudah bertemu Menteri (Menpan-RB, red) dan meminta untuk mengakomodir pengangkatan 1.283 honorer. Namun prosedurnya harus ikut tes secara bersamaan dalam test CPNS umum yang direncanakan Juli mendatang,” ujar Gubernur.

Gubernur berharap semua honorer dapat mengikuti test tersebut dan dapat berkompetisi dengan baik. “Yang jelas bulan Juli di buka. kalau tanggalnya saya belum tahu, Nanti diumumkan,” ungkap Gubernur.

Gubernur menjamin seleksi CPNS akan dilaksanakan secara terbuka dan transparan. Tidak ada pungutan, kolusi dan nepotisme.

1000 Kuota Formasi Khusus untuk OAP

Gubernur lalu mengatakan, pemerintah pusat akan memberi kuota sebanyak 1.000 orang untuk Provinsi Papua dan Papua Barat. Formasi ini akan dibuka untuk mengisi kebutuhan personil kementerian lembaga.

“Saya belum tahu berapa pasti jatah yang dikasih untuk Papua dan berapa untuk Papua Barat. Ini untuk penempatan di seluruh kantor-kantor Kementerian di Jakarta,” kata gubernur.

Informasi formasi tersebut ia peroleh saat berkonsultasi dengan Menpan-RB terkait teknis pelaksanaan pengangkatan 1.283 pegawai honorer Papua Barat belum lama ini.

“Bapak menteri sampaikan selain pengangkatan pegawai honorer ada juga formasi umum dan formasi khusus yang akan dibuka untuk Papua Barat. Formasi khusus ini akan dilakanakan untuk dua provinsi,” katanya.

Menurut Dominggus, formasi khusus bagi orang asli Papua tersebut akan dibuka tahun 2018. Informasi lebih lanjut terkait teknis pelaksaan akan diberitahukan.

“Peserta atau pelamar akan mengikuti tahapan yang ada. Diawali dengan pendaftaran secara online dan seleksi secara ketat untuk memperoleh SDM (sumber daya manusia) yang benar-benar mampu bekerja sesuai bidang ilmu yang dibutuhkan,” katanya.

Mandacan menyebutkan, dalam waktu dekan staf dari Kemenpan-RB akan berkunjung ke Papua Barat. Mereka akan memberi penjelasan teknis kepada pemerintah daerah baik tentang formasi umum yang akan dibuka tahun 2018, formasi khusus maupun pengangkatan 1.283 pegawai honorer provinsi Papua Barat.

“Seharusnya kemarin tapi batal karena ada agenda lain yang tidak bisa ditinggalkan. Seluruh sekretaris daerah akan kita untuk termasuk kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD),” ujarnya lagi.

Gubernur berharap, kebijakan ini terlaksana tahun ini sehingga bisa mengurangi jumlah pengangguran di daerah tersebut. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: