Berita Utama

Melepasliarkan Ternak Penyebab Penularan Virus ASF sangat Cepat

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Cara beternak babi dengan melepasliarkan dan tidak dikandangkan menjadi salah satu faktor percepatan penyebaran virus Afrika Swine Fiver (ASF) di Manokwari.

Kepala Bidang Peternakan dan Kesehatan Hewan, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Manokwari, Nixon Karubaba menyebutkan sekiranya hampir 60 sampai 70 persen ternak babi di Manokwari tidak dikandangkan.

“Hanya beberapa saja yang dikandangkan sehingga ketika ada virus penyebarannya akan sangat cepat,” sebutnya saat di konfirmasi Papua Barat News beberapa waktu lalu.

Meski demikian, kata Nixon, bukan berarti babi yang dikandangkan terjamin bebas dari virus ASF. Untuk itu ia mengimbau masyarakat agar tetap memperhatikan kebersihan kandang dan tidak membuang bangkai babi yang mati dan harus menguburkannya.

“Nanti kami akan mengkaji kembali terkait Perda tentang penertiban ternak, saya akan menggali itu. Jika ada, maka itu menjadi dasar untuk menyampaikan ke masyarakat bahwa memelihara ternak harus dikandangkan,” terang Nixon.

Disebutkan Nixon, untuk jumlah populasi ternak babi terbanyak berada di Distrik Manokwari Barat, Warmare dan Distrik Manokwari Utara.

“Kita beruntung karena babi yang dikandangkan sebagian ada yang masih sehat dan masih hidup,” bebernya.

“Kontak antara orang, barang, hewan (OBH) yakni babi dengan babi, peternaknya, peralatan yang digunakan. Kalau kita bisa menjaga kebersihannya dan semua disterilkan pasti babi yang dikandang tetap aman. Yang tidak kalah penting yaitu pakannya,” tutup Nixon. (PB19)

 

**Berita ini Telah Diterbitkan di Harian Papua Barat News Edisi Jumat 4 Juni 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.