Berita Utama

Menggagas Poros Baru

JAKARTA – Di luar opsi bergabung ke koalisi PDIP ataupun Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya, saat ini Golkar dan PAN tengah menjajaki koalisi sendiri. Gabungan dua partai itu memenuhi ambang batas pencalonan presiden sebesar 20 persen. Perolehan kursi kedua partai di DPR mencapai 22,34 persen.

Awalnya PAN dan Golkar bersama PPP bergabung dalam Koalisi Indonesia Bersatu. Tapi koalisi ini buyar setelah PPP memutuskan mengusung Ganjar sebagai calon presiden.

Wakil Ketua Umum Golkar Nurdin Halid mengakui pembicaraan Golkar dan PAN untuk membentuk koalisi sendiri. Tapi pembicaraan kedua partai masih tahap penjajakan. “Salah satu alternatif yang sedang dilobikan secara politik, ya, dengan PAN,” ujarnya.

Nurdin belum mengungkapkan nama calon presiden ataupun calon wakil presiden ketika kedua partai berkoalisi. Ia juga tak bersedia mengomentari keinginan PAN untuk berkoalisi dengan partai yang bersedia mengusung Erick Thohir sebagai calon wakil presiden.

Nurdin mengatakan partainya masih memiliki beberapa opsi dalam membangun koalisi menghadapi pemilihan presiden. Opsi tersebut antara lain bergabung dengan koalisi PDIP; Koalisi Kebangkitan Indonesia Raya; tetap di Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) gabungan Golkar, PAN, dan PPP; atau membuat poros baru bersama PAN. “Memang, alternatif lain, ya, bergabung dengan KKIR,” kata dia, kemarin.

Ia mengatakan Golkar sebenarnya sudah memutuskan untuk mengusung Airlangga sebagai calon presiden. Keputusan itu ada kemungkinan berubah ketika Golkar berkoalisi dengan Gerindra, yaitu Airlangga akan menjadi calon wakil presiden dari Prabowo. “Kalau tidak capres, ya, minimal cawapres,” kata Nurdin saat dimintai konfirmasi soal peluang berkoalisi dengan Gerindra, yang sudah memutuskan Prabowo sebagai calon presiden.

Ketua Dewan Pakar PAN, Dradjad Wibowo mengatakan PAN memang tengah menggagas koalisi dengan Golkar. Elite kedua partai sudah beberapa kali bertemu membahas rencana tersebut. “Wacana dengan Golkar ini memang muncul, tapi belum digodok dengan matang,” kata Dradjad.

Hingga saat ini, kata dia, partainya masih menunggu sikap PDIP atas usulan menduetkan Ganjar dan Erick. (TEM)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.