Berita UtamaInforial

Meski Pandemi, Warga Manokwari Antusias Memilih Pemimpin

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Meski di tengah pandemi, warga Kabupaten Manokwari tetap antusias menyalurkan aspirasinya pada pemilihan kepala daerah serentak 2020, Rabu (9/12/2020).

Pantauan Papua Barat News, warga secara bergelombang datang ke tempat pemungutan suara (TPS) masing-masing sejak pagi hingga siang. Mereka datang mengenakan masker dan mengikuti potokol kesehatan yang disyaratkan di TPS.

”Meski agak repot karena harus pakai sarung tangan dan masker, tapi, ya, tetap harus diikuti. Namanya warga negara yang baik, ya, taat aturan. Waktunya memilih pemimpin, ya, tetap harus milih meski situasi ada korona seperti ini,” kata Muji Rahman (47), warga Bumi Marina, Kelurahan Amban, Distrik Manokwari Barat, seusai memilih.

Saat itu Muji datang dengan isterinya, Fatima (42). Fatima tampak gugup karena saat itu lupa mengenakan masker. Namun, oleh petugas di TPS, Fatima akhirnya diberi masker, dibagikan sarung tangan plastik, dan diarahkan mengikuti rangkaian protokol kesehatan di TPS.

Semangat berpartisipasi dalam pilkada juga ditunjukkan Yusup Paulus Bame, warga Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat. Yusup mengaku tidak keberatan dengan kebijakan untuk mematuhi disiplin protokol kesehatan saat pelaksanaan pemungutan suara di TPS.

“Meskipun pencoblosan kali ini berbeda dengan tahun-tahun sebelum karena dilaksanakan di tengah pandemi. Kami tetap antusias menyambut pencoblosan hari ini,” kata Bame, seusai memberikan suara di TPS 17 Brawijaya, Kelurahan Padarni,  Distrik Manokwari Barat.

Yusup mengutarakan selain karena pandemi, petugas KPPS juga mengarahkan warga untuk mematuhi protokol kesehatan dan menghindari kerumunan. Apabila terjadi kerumunan maka petugas KPPS segera membubarkan kerumunan massa karena menimbulkan potensi terjadinya penularan virus corona.

“Selama pencoblosan tadi masyarakat dilarang berkerumun,” ujarnya.

Senada dengan Yusup Bame, Ketua TPS I7 Brawijaya, Kelurahan Padarni, Distrik Manokwari Barat, Edi Syufi menegaskan,  seluruh pemilih diwajibkan menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Apabila tidak mematuhi protokol kesehatan maka akan mendapat teguran dari panitia pemilihan.

Edi menilai pelaksanaan seluruh tahapan pencoblosan dalam Pilkada serentak 2020 kemarin berjalan aman dan lancar, serta sesuai protokol kesehatan.

“Kami tidak menemukan masalah dalam hal penerapan prokes, justru kami lihat warga sangat antusias mengikuti prokes selama mencoblos,” pungkasnya. (PB1/PB22)

**Berita ini  Telah Terbit di Harian Papua Barat News edisi Kamis 10 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.