Berita Utama

Miras, Narkoba dan Aibon Masih Menjadi Masalah Serius di Papua Barat

MANOKWARI, PB News – Gubernur Papua Barat Dominggus Mandacan mengingatkan warga  Kabupaten Teluk Bintuni tentang bahaya minuman keras (Miras), Narkoba dan Lem Aibon merupakan masalah serius yang mengancam kehidupan banyak orang saat ini. Gubernur Mandacan menyampaikan ini saat meresmikan Gereja Katolik Paroki Santo Yohanes Bintuni, Sabtu (5/5).

Gubernur menegaskan, semua pihak tanpa kecuali harus memiliki komitmen bersama pemerintah daerah memberantas peredaran Miras, Narkoba serta Lem Aibon. Menurut Dominggus, Miras, Narkoba dan Lem Aibon hanya merusak dan membunuh generasi mudah Papua.

“Narkoba, Miras dan Lem Aibon sama sekali tidak ada manfaatnya. Semua barang haram itu hanya menggangu dan merusak kesehatan tubuh kita. Tidak hanya itu dengan mengkonsumsinya, terutama Miras, orang akan melakukan tindakan-tindakan kriminal pemerkosaan, pembunuhan, pencurian, begal  dan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) serta tindakan kriminal yang lainya.

Karena itu, ujar Gubernur Dominggus, masyarakat dan pemerintah memiliki tanggung jawab untuk menjaga daerah ini menjadi zona yang rukun dan damai.

Terkait penyalahgunaan lem aibon di kalangan anak-anak, Dominggus mengingatkan bahwa anak-anak di daerah ini merupakan titip dari Tuhan yang harus dijaga dan dirawat. Sebab mereka adalah generasi penerus bangsa dan negara. Mereka inilah yang kelak akan menggantikan kita melanjutkan pembangunan di Papua Barat.

“Kalau kita sebagai orang tua tidak mengawasi anak- anak kita secara ketat dari bahaya lem aibon, maka generasi muda di daerah ini akan semakin rusak,” ujarnya.

“Akibat miras, narkoba dan lem aibon banyak orang lupa keluarga, anak- anak, dan tidak lagi mengindahkan dirinya. Alangkah baik itu uang hasil keringat kita dipakai untuk membiayai kebutuhan  keluarga sehari-hari,” imbuhnya.

Menurut Dominggus, Miras tidak indentik dengan orang Papua, karena dengan mengkonsumsi Miras, makia harga diri dan martabat sebagai manuisa Papua diinjak- injak.

“Saya berharap umat Katolik di daerah ini, lebih baik melakukan kegiatan yang positif yakni pergi beribadah di gereja sehingga hidup akan menjadi lebih baik kita selalu diberkati dan lindungi oleh Tuhan,” tukasnya.

Tidak hanya soal Miras, Narkoba dan Lem Aibon, Gubernur Dominggus juga mengingatkan warga Kabupaten Teluk Bintuni tentang permasalahan sampah dan kelestarian hutan.

Gubernur menegaskan, Papua Barat sebagai Provinsi konservasi harus didukung dengan langkah-langkah perlindungan hutan secara maksimal dengan keterlibatan semua komponen.

Begitupun dengan pengelolaan sampah yang harus dilakukan secara profesional, sehingga program nol sampah yang dicanangkan di ibu kota provinsi dapat juga diterapkan di kabupaten/kota di Papua Barat.

“Pembangunan di Provinsi Papua Barat dan juga Kabupaten Teluk Bintuni harus didukung masyarakat, mulai dari lingkungan, perlindungan hutan, keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegas Gubernur.

Lebih lanjut, Gubernur Dominggus meminta masyarakat untuk saling menghargai antar suku, agama, serta budaya sebagai modal pembangunan Papua Barat, khususnya di Kabupaten Teluk Bintuni.

Gubernur juga mengingatkan untuk menghindari tindakan kriminal seperti pembunuhan, pemerkosaan, pencurian, dan kekerasan Dalam Rumah Tangga.

“Tanggung jawab kita bersama untuk selalu mengawasi dan melindungi anak-anak kita, karena anak-anak merupakan generasi penerus bangsa dan negara, yang kelak akan mengantikan kita semua dalam misi pembangunan daerah ini,” tandasnya.

Akhirnya Gubernur pun berharap kehadiran gedung gereja yang dibangun mulai tahun 2010 itu berdiri di atas lahan seluas 1532 meter persegi bisa dimanfaatkan dengan baik oleh umat Katolik Bintuni sebagai tempat beribadah serta membina dan meningkatkan hidup beriman umat setempat. (PB14)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.