MK Tolak Gugatan Paslon Ali Bauw-Yohanis Manibuy

  • Piet-Matret Menang di Pilkada Bintuni

JAKARTA, papuabaratnews.co Mahkamah Konstitusi menolak permohonan gugatan sengketa perselisihan hasil pemilihan kepala daerah (pilkada) di Teluk Bintuni. Gugatan itu diajukan Pasangan Calon Bupati Ali Ibrahim Bauw dan Calon Wakil Bupati Yohanis Manibuy (AYO).

Keduanya merupakan pasangan dengan nomor urut 1. Pada sidang putusan dismissal (penelitian gugatan), MK menilai pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Sehingga, permohonan untuk membatalkan keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Teluk Bintuni, yang menetapkan pasangan calon nomor urut 2 Petrus Kasihiw dan Matret Kokop (PMK2) sebagai pemenang pilkada, tidak dapat diterima.

“Menyatakan pemohon tidak memiliki kedudukan hukum. Dalam pokok permohonan menyatakan permohonan pemohon tidak dapat diterima,” tutur Ketua MK Anwar Usman dalam sidang yang dihadiri sembilan majelis hakim konstitusi, Selasa (16/2/2021).

Dalam pertimbangan mahkamah yang dibacakan Hakim Konstitusi Arief Hidayat, diketahui bahwa permohonan itu merupakan kewenangan mahkamah untuk mengadili perkara a quo. Sebab, masih diajukan dalam tenggang waktu, namun permohonan pemohon tidak memiliki ketentuan pengajuan permohonan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 158 ayat (2) UU 10/2016.

“Dengan demikian, menurut Mahkamah eksepsi Termohon dan eksepsi Pihak Terkait bahwa Pemohon tidak memiliki kedudukan hukum adalah beralasan menurut hukum,” tegas Arief.

Hal itu dikarenakan perolehan suara pemohon adalah 20.117, sedangkan suara yang diperoleh pihak terkait (pasangan calon nomor urut 2) adalah 21.135. Dengan begitu, selisih suaranya ialah 1.036 (2,51%) atau lebih dari 825 suara. Artinya, melebihi presentase dalam Pasal 158 ayat (2) huruf b Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016.

Hakim Konstitusi Arief Hidayat menjelaskan bahwa untuk menerobos ketentuan Pasal 158 tersebut, pemohon pada dalilnya telah terjadi pelanggaran terstruktur, sistematis dan masif yang dilakukan pasangan calon nomor urut 2. Namun, dalil yang diajukan pemohon tidak relevan dengan perolehan hasil suara.

“Dengan demikian, mahkamah berpendapat dalil dan alat bukti yang diajukan pemohon tidak cukup untuk meneruskan perkara ke sidang lanjutan,” ujarnya.

Adapun dalam sidang pemeriksaan pendahuluan yang digelar pada 26 Januari 2021, Pemohon mempersoalkan selisih perolehan suara yang disebabkan pelanggaran-pelanggaran oleh pasangan calon nomor urut 2 selaku petahana, antara lain melakukan penggantian pejabat pada 30 OPD dan 22 distrik di Teluk Bintuni serta pelanggaran yang dilakukan oleh KPU Kabupaten Teluk Bintuni.

Menanggapi putusan tersebut, koordinator tim hukum PMK2, Cosmas Refra, mengatakan majelis hakim dalam pertimbangannya menyebut eksepsi paslon nomor urut 2 sebagai pihak terkait diterima. Kemudian, pemohon dinyatakan tidak memiliki kedudukan hukum untuk melakukan gugatan, karena selisih suara melebihi ambang batas yang diatur. Dengan putusan tersebut, maka semua dalil yang disampaikan paslon AYO gugur dengan sendirinya.

“Keputusan MK hari ini memastikan bahwa semua perbedaan anak bangsa di negeri Sisar Matit segera diakhiri. Artinya bupati yanng dilahirkan dengan putusan ini milik bersama semua masyarakat, sehingga tidak boleh lagi saling mengejek di medsos dan sebagainya,” kata Refra.

Senada, anggota tim kuasa hukum PMK2 dari BAHU NasDem, Rachmat Taufit, mengatakan fase terakhir untuk mencari keadilan di MK telah usai.

“Mahkamah Konstitusi telah membuat putusan yang berkeadilan bagi seluruh masyarakat Teluk Bintuni,” kata Taufit.

Dia menuturkan, saatnya semua masyarakat Teluk Bintuni kembali memperkuat hubungan persaudaraan yang sudah terjalin selama ini, karena Piet-Matret adalah bupati untuk semua masyarakat Teluk Bintuni.

“Tidak ada lagi perbedaan kubu A dan kubu B, tidak ada lagi pendukung A dan pendukung B. Mari kita semua kawal dan dukung program dan pembangunan daerah untuk lima tahun ke depan. Sehingga masyarakat Teluk Bintuni sejahtera dan daerahnya menjadi lebih maju,” pesan dia. (PB1)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Rabu 17 Februari 2021

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: