Musrenbang Harus Bisa Hasilkan Program Pembangunan Berkualitas

MANOKWARI, PB News – Musyawarah rencana pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Manokwari diharapkan bisa menghasilkan program pembangunan berkualitas, sebagaimana yang dirumuskan dalam Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD). Pasalnya, musrenbang merupakan intisari dari penyerapan aspirasi dari masyarakat.

Harapan tersebut disampaikan Bupati Manokwari Demas Paulus mandacan saat membuka Musrenbang Kabupaten Manokwari Tahun 2018, Kamis (5/4). Menurut Demas, Musrenbang Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kabupaten Manokwari 2018 diselenggarakan untuk menyepakati permasalahan dan prioritas pembangunan daerah, menyepakati program kegiatan, pagu indikatif, indikator dan target kinerja serta lokasi.

Selain itu juga kegiatan ini sebutnya sebagai media  penyelarasan program dan kegiatan pembangunan daerah dengan sasaran dan prioritas pembangunan pembangunan provinsi, serta klarifikasi program dan kegiatan yang merupakan kewenangan daerah kabupaten dengan program dan kegiatan kampung  yang diusulkan berdasarkan musrenbang distrik.

Selanjutnya, Bupati Demas merincikan sejumlah program prioritas Kabupaten Manokwari di Tahun 2019, antara lain: penanganan sampah, penerangan jalan, keagamaan, keamanan dan penanggulangan banjir.

“Hal-hal ini menduduki tempat pertama dalam penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) yang disusun dalam musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang) Kabupaten Manokwari tahun ini,” ujar Demas.

Selain program prioritas tersebut, Bupati Demas juga menyebutkan bahwa penanggulangan kemiskinan,  pemantapan reformasi birokrasi, pengembangan dunia usaha dan pariwisata, pemantapan ketahanan pangan, peningkatan SDM, serta perbaikan sarana dan prasarana kesehatan dan pendidikan juga menjadi perhatian Pemda Manokwari.

“Saya mengajak seluruh komponen penyelenggara pembangunan daerah untuk bisa lebih memacu diri karena tantangan yang akan dihadapi kedepan akan semakin berat dan semakin kompleks,” ajak Demas.

Berbeda dengan tahun sebelumnya, tahun ini mulai diberlakukan pagu indikatif kewilayahan (PIK) yang difokuskan pada 9 distrik di Manokwari.

Sehubungan pemberlakuan PIK itu, Bupati Demas berharap bisa menjawab kegelisahan masyarakat terkait program usulan melalui musrenbang yang seringkali “hilang” di tengah jalan.

“Selama ini masyarakat mengeluh, setiap tahun ikut musrenbang namun tidak ada program ataupun kegiatan yang dijawab. Mulai tahun ini kita merealisasikannya melalui PIK, yang pelaksanaannya tetap melalui SKPD,” terang Demas.

Diketahui Pemkab Manokwari menyiapkan anggaran pembangunan berskala distrik melalui PIK mencapai Rp 41,7 miliar. Pembagian dan penyalurannya disesuaikan dengan data dasar distrik, baik luasan wilayah dan jumlah penduduknya. (PB8)

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.
%d blogger menyukai ini: