Berita Utama

Mutu Pendidikan di Manokwari Masih Level Aman

MANOKWARI, papuabaratnews.co – Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Papua Barat, Yohnly E. Sulla mengungkapkan, mutu pendidikan di Manokwari masih menduduki level aman.

Menurutnya,mutu pendidikan menjadi prioritas utama. Untuk itu pihaknya terus melakukan pendampingan langsung ke sekolah-sekolah.

“Penjaminan mutu pendidikan harus menyentuh hingga ditingkat paling bawah. Untuk mutu pendidikan di Papua Barat jika dilihat secara perorangan cukup bagus, tetapi jika dalam kelompok besar masih berada dibawah (rendah), jelasnya Senin (14/12/2020).

“Itu yang harus kita rubah, mari bersama kita membangun dan bekerja untuk pendidikan di Papua Barat. Untuk mutu pendidikan di Manokwari masih mantap, ada pada level aman,” sambungnya.

Khusus dimasa pandemi Covid-19 kata Sulla,  yang sangat dibutuhkan adalah pemahaman orang tua dan masyarakat terkait proses pembelajaran peserta didik. Kondisi saat ini berbeda dengan sebelum adanya pandemi, dimana pusat pembelajaran ada di sekolah dan guru menjadi satu-satunya sumber. Namun, setelah pandemi, proses pembelajaran tersebut terpaksa berpindah ke rumah, dan fungsi guru berpindah ke orang tua.

“Orang tua tidak ‘memiliki ilmu’ yang cukup terkait itu. Itu mengapa banyak orang tua yang kewalahan. Dulu, kalau guru bersikap sedikit keras terhadap peserta didik pasti orang tua marah. Sekarang setelah anak belajar dari rumah, orang tua pusing sendiri. Sapu lidi, sapu ijuk, hanger menjadi alat bantu pembelajaran,” jelasnya.

Diakui Sulla, banyak orang tua yang meminta proses pembelajaran bisa dilakukan secara tatap muka. Tetapi dengan kondisi saat ini sehingga hal tersebut belum bisa dilakukan. Sehingga ada kurikulum dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan terkait proses pembelajaran dimasa pandemi. Dimana guru melaksanakan metode secara during maupun luring, ada tatap muka tetapi dalam bentuk kelompok kecil.

“Untuk mengejar ketuntasan belajar, jujur saja tidak mungkin. Untuk mengejar itu ada hal-hal tertentu yang diberikan kepada peserta didik untuk menyelesaikan dan mengembalikan ke guru. Guru mempunyai niat baik untuk memberikan yang terbaik kepada anak didiknya. Sehingga untuk Papua Barat mutu pendidikannya tidak terlalu jatuh (buruk),” terang Sulla.

Terlebih dengan adanya bantuan kuota dan pulsa gratis bagi siswa, mahasiswa, dosen dan guru. Namun masih ada beberapa daerah, seperti Kabupaten Pegunungan Arfak yang sulit mendapat sinyal internet. Tetapi bukan berarti tidak melaksanakan pembelajaran, jelas Sulla, mereka tetap belajar dengan tatap muka dalam bentuk klasikal kelompok kecil, sehingga para peserta didik tetap proaktif untuk belajar.

“Tujuan utama pemerintah adalah menjaga kesehatan dan keselamatan peserta didik, orang tua, guru dan kita semua. Jangan sampai transmisi lokal itu terjadi pada saat proses pembelajaran itu berlangsung. LPMP tetap mengupayakan mensosialisasikan menyampaikan informasi terkini terkait dengan proses pembelajaran dimasa pandemi,” tandasnya.(PB19)

**Berita ini Telah Terbit di Harian Papua Barat News Edisi Selasa 15 Desember 2020

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.

Copy Protected by Chetan's WP-Copyprotect.